“Karena anggaran daerah terbatas, bantuan harus benar-benar tepat sasaran. Kalau yang paling miskin bisa terdorong mendekati garis kemiskinan, program pemerintah berikutnya akan lebih mudah mengangkat mereka keluar dari kategori miskin,” tegas Agung.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya memasang target angka kemiskinan turun menjadi satu digit.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparulah optimistis target tersebut dapat tercapai meski mengakui penurunan satu persen bukan pekerjaan mudah.
Baca Juga:Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat di Era ModernDivonis PN Tasikmalaya Setahun, Content Creator SL Langsung Terima Putusan
Pemerintah juga menegaskan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap diberikan berdasarkan kinerja aparatur dan kemampuan fiskal daerah, bukan semata dikaitkan dengan capaian angka kemiskinan.
Sementara itu Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Apep Yosa Firmansyah menyatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial serta kolaborasi lintas perangkat daerah untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Namun, sebagaimana diingatkan BPS, mengejar angka satu digit bukan sekadar mengubah statistik. Yang lebih penting adalah memastikan warga benar-benar keluar dari lingkaran kemiskinan, bukan hanya sekadar mendekati garisnya.
Di situlah pekerjaan rumah terbesar pemerintah masih menanti. (rezza rizaldi)
