CIAMIS, RADARTASIK.ID – Di tengah tingginya perhatian publik terhadap Jembatan Gantung Sukamenak yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, muncul persoalan baru terkait kondisi konstruksi penyangga jembatan.
Tembok Penahan Tanah (TPT) pada pondasi jembatan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp5 miliar pada 2023 itu dilaporkan mulai mengalami retakan dan menunjukkan tanda-tanda penurunan tanah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena dikhawatirkan dapat mengancam keamanan konstruksi jembatan, terutama saat memasuki musim hujan. Aspirasi itu juga telah disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau Jembatan Gantung Sukamenak pada Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga:Gelorakan Olahraga Tradisional, Disparpora Bangkitkan Minat Generasi Muda Kabupaten TasikmalayaKuatkan Struktur Hingga Akar Rumput, PAN Kabupaten Tasikmalaya Targetkan Melesat di 2029
Warga Desa Wanasigra, Maman Suherman (70), mengatakan usulan pembangunan TPT tambahan yang disampaikannya kepada Gubernur bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi keselamatan masyarakat yang setiap hari memanfaatkan jembatan tersebut.
“Saya meminta benteng atau TPT tambahan di bawah jembatan ini, yang pernah ditunjukkan ke KDM bukan untuk kepentingan pribadi. Melainkan sebagai keamanan penggunaan jembatan ini, karena konstruksi di bawah sudah mulai retak-retak dan mengalami tanda-tanda hampir amblas, khawatir mengalami longsor,” katanya kepada Radar, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah perbaikan sebelum intensitas hujan meningkat dan memperburuk kondisi tanah di sekitar pondasi jembatan.
“Minta dibuat TPT dan diperbaiki konstruksinya segera sebelum hujan,” ujarnya.
Maman menjelaskan, keberadaan TPT tambahan diperlukan untuk menahan tanah yang labil di bawah Jembatan Gantung Sukamenak. Tanpa penguatan, erosi saat musim hujan dikhawatirkan akan terus mengikis tanah penyangga fondasi.
“Sebab ketika musim hujan, biasanya air dari atas turun ke bawah, sehingga mengikis tanah, buktinya tadinya ada bambu di pinggir jembatan ini sekarang sudah bergeser ke bibir Sungai Citanduy. Setidaknya ketika ada TPT membuat tanah tidak mengalami longsor,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi. Menurutnya, perhatian terhadap Jembatan Gantung Sukamenak tidak hanya berkaitan dengan persoalan penutupan sementara yang sebelumnya telah diselesaikan dan dibuka kembali oleh Gubernur Jawa Barat, tetapi juga menyangkut kondisi fisik konstruksi jembatan yang perlu segera ditangani.
