Selama berseragam Newcastle, Tonali tampil sebanyak 110 pertandingan dengan torehan 10 gol dan berhasil membantu klub meraih gelar Piala Carabao pada 2025.
Penampilannya yang konsisten membuat Tottenham berani mengeluarkan dana besar demi membawanya ke London Utara.
Transfer ini juga mengukuhkan Tonali sebagai pemain Italia termahal sepanjang sejarah, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Mateo Retegui saat pindah dari Atalanta ke Al-Qadsiah dengan nilai 68,5 juta euro.
Baca Juga:Tonali Pemain Italia Termahal Sepanjang Masa: Dibeli Tottenham Rp2,32 TriliunJurnalis Italia Tak Percaya Ibrahimovic Mampu Bawa Virgil van Dijk ke AC Milan
Di sisi lain, AC Milan menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan tanpa harus melakukan negosiasi apa pun.
Berkat kecermatan memasukkan klausul penjualan kembali, Rossoneri kini memperoleh “uang kaget” sekitar Rp200 miliar yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat skuad.
Kisah transfer Tonali menjadi contoh bagaimana sebuah klub dapat tetap memperoleh keuntungan besar meski pemain sudah lama dilepas.
Kebijakan Milan memasukkan klausul tersebut kini terbukti sebagai langkah bisnis yang sangat cerdas dan memberikan manfaat nyata bagi kondisi keuangan klub menjelang dimulainya musim baru.
