Sindiran tersebut semakin mempertegas bahwa perang psikologis antara kedua klub kini tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di level manajemen.
Di sisi lain, Laporta memilih memberikan apresiasi tinggi kepada pelatih Barcelona, Hansi Flick.
Menurutnya, pelatih asal Jerman itu menjadi sosok penting di balik kebangkitan Blaugrana dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga:Liberali Menolak Pulang ke AC Milan: Pilih Gabung Como Meski Dirayu CardinaleTonali Gabung Tottenham, AC Milan Dapat Uang Kaget Rp200 Miliar
“Kami memiliki tim yang solid dan seorang pelatih seperti Hansi Flick yang memimpin kelompok ini dengan cara terbaik,” kata Laporta.
Ia menilai Barcelona kini memiliki fondasi yang kuat untuk kembali bersaing memperebutkan gelar domestik maupun Eropa.
Kepercayaan penuh kepada Flick juga menjadi sinyal bahwa manajemen Barcelona akan terus memberikan dukungan terhadap proyek jangka panjang sang pelatih.
“Barcelona Kembali Dihormati”
Laporta kemudian menutup pidatonya dengan satu pernyataan yang kembali mengarah kepada Real Madrid.
Menurutnya, masih ada pihak yang belum bisa menerima kenyataan bahwa Barcelona telah kembali menjadi salah satu klub paling disegani, baik dari sisi prestasi olahraga maupun hubungan dengan institusi sepak bola.
“Ada yang masih belum bisa menerima bahwa Barcelona kembali menjadi klub yang dihormati, baik dalam aspek olahraga maupun hubungan dengan berbagai institusi,” tegasnya.
Ucapan tersebut dipastikan akan semakin memperkeruh hubungan Barcelona dan Real Madrid yang belakangan terus saling menyerang melalui pernyataan publik.
Baca Juga:Tonali Pemain Italia Termahal Sepanjang Masa: Dibeli Tottenham Rp2,32 TriliunJurnalis Italia Tak Percaya Ibrahimovic Mampu Bawa Virgil van Dijk ke AC Milan
Perseteruan dua klub terbesar Spanyol itu kini telah berkembang jauh melampaui persaingan di lapangan.
Setelah sebelumnya Barcelona secara resmi mengadukan Florentino Perez kepada La Liga, RFEF, dan CTA, kini perang komentar antara kedua presiden klub semakin terbuka.
Situasi ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika otoritas sepak bola Spanyol tidak mengambil langkah atas laporan yang diajukan Barcelona.
Di tengah persiapan menyambut musim baru, rivalitas El Clasico kembali menghadirkan tensi tinggi. Bukan hanya soal perebutan gelar juara, tetapi juga pertarungan citra, pengaruh, dan kehormatan dua klub terbesar di sepak bola Spanyol.
Dengan saling balas sindiran antara Joan Laporta dan Florentino Perez, aroma panas El Clasico tampaknya sudah mulai terasa bahkan sebelum bola pertama musim baru bergulir.
