GMNU Kritik Wali Kota Tasikmalaya Soal Bendahara dan Krisis Fiskal

Kritik GMNU terhadap Wali Kota Tasikmalaya
Ketua GMNU Kota Tasikmalaya Miftah Farid. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan bendahara yang dipaksa semakin pelit, tetapi kepemimpinan yang berani mengevaluasi kebijakannya sendiri dan menyelaraskan kembali janji politik dengan pelaksanaan pemerintahan,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan meminta seluruh bendahara OPD meningkatkan disiplin dalam mengendalikan arus kas.

Menurutnya, bendahara tidak cukup hanya mencatat uang masuk dan keluar, tetapi juga harus mampu menentukan prioritas penggunaan anggaran.

Baca Juga:Dugaan Penyekapan di Cibeureum Kota Tasikmalaya Diselesaikan KekeluargaanPAD Kota Tasikmalaya Seret, DPRD Ingatkan Efisiensi Jangan Lumpuhkan Program

“Kalau hanya keluar masuk uang, itu namanya kasir, bukan bendahara,” ujar Viman kepada Radar.

Pemkot Tasikmalaya saat ini memperketat pengelolaan keuangan daerah seiring realisasi pendapatan yang baru mencapai sekitar 40 persen.

Pemerintah juga mengevaluasi kegiatan yang belum berkontrak, sementara program yang telah memiliki kontrak dipastikan tetap berjalan. (rezza rizaldi)

0 Komentar