Amorim percaya kemampuan Liberali dalam mengatur tempo permainan, visi, serta kreativitasnya akan menjadi senjata penting di belakang penyerang utama Rossoneri.
Namun, usaha tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil.
Liberali masih belum sepenuhnya yakin untuk kembali mengenakan seragam merah-hitam. Pengalaman yang dialaminya setahun lalu menjadi alasan utama di balik keraguannya.
Saat itu, ia memilih meninggalkan Milan karena merasa kesempatan bermain di tim utama sangat terbatas.
Baca Juga:Curtis Jones Terlalu mahal, Inter Milan Bidik Niccolo PisilliDirektur Inter Milan Menyesal Gagal Datangkan Sandro Tonali
Keputusannya hijrah ke Catanzaro terbukti tepat karena di sana ia mendapat kepercayaan penuh dan mampu menunjukkan kualitas terbaiknya.
Kini, meski struktur manajemen AC Milan telah mengalami perubahan dan Amorim datang membawa proyek baru, Liberali masih ingin memastikan bahwa situasi tersebut benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Ia tidak ingin kembali hanya untuk menghabiskan waktu di bangku cadangan atau kehilangan kesempatan berkembang pada usia yang masih sangat muda.
Keputusan akhir pun masih berada di tangan Liberali dan agennya, Alessandro Lucci.
Dalam beberapa hari ke depan, keduanya akan mempertimbangkan seluruh tawaran yang masuk sebelum menentukan langkah terbaik untuk karier sang pemain.
Sementara itu, Como terus memantau perkembangan situasi dan siap bergerak apabila peluang merekrut Liberali semakin terbuka.
Juventus juga belum menyerah. Bianconeri bahkan disebut mempertimbangkan untuk merekrutnya lebih dulu sebelum meminjamkannya ke klub Serie A agar mendapat menit bermain reguler.
Baca Juga:Brasil Susah Payah Kalahkan Jepang, Bukti Terbaru Carlo Ancelotti Selalu Menang di Menit AkhirThomas Helveg: Singa Tuli yang Dijemput Paolo Maldini Saat Pertama Gabung AC Milan
Persaingan mendapatkan tanda tangan Liberali diperkirakan akan semakin sengit dalam beberapa pekan ke depan.
Bagi AC Milan, keberhasilan membujuknya pulang bukan hanya soal mengembalikan salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki akademi mereka, tetapi juga menjadi ujian pertama bagi proyek baru Ruben Amorim dalam membangun kembali kekuatan Rossoneri.
