Longser Sunda, Warisan yang Menolak Padam di Panggung Rakyat Tasikmalaya

sejarah teater Longser
Para seniman longser sedang melakukan latihan. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Ironisnya, ketika berbagai budaya luar mudah memperoleh panggung, kesenian yang tumbuh dari akar masyarakat justru kerap menunggu kesempatan untuk tampil di rumahnya sendiri.

Meski demikian, harapan belum benar-benar padam. Juli 2026 menjadi momentum penting ketika Yayasan Silih Anjang Sono bersama Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya menghadirkan pertunjukan teater Tamu Agung, adaptasi karya sastrawan Rusia Nikolai Gogol ke dalam format Teater Rakyat Longser.

Pertunjukan akan digelar di Lapangan Balai Kota Tasikmalaya dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis.

Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Kota Berganti Tongkat KomandoPerangi Bullying, Madrasah Ramah Anak Dideklariskan di Mapolres Tasikmalaya Kota

Di tengah derasnya arus modernisasi, Longser membuktikan bahwa tradisi tidak selalu identik dengan masa lalu.

Ia dapat terus hidup selama masih ada ruang untuk bertutur, masyarakat yang mau mendengar, dan generasi yang bersedia menjadikan budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga masa depan.

Barangkali yang dibutuhkan Longser hari ini bukan belas kasihan, melainkan kesempatan. Sebab, budaya yang terus diberi ruang akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan. (rezza rizaldi)

0 Komentar