TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Universitas Siliwangi (Unsil) mematangkan pelaksanaan International Student Community Engagement (ISCE) III atau KKN Internasional 2026.
Program yang digagas Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS PTN Barat) itu tidak ingin berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi diarahkan menghasilkan program pengabdian yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagai tuan rumah ISCE III, UNSIL menggelar rapat koordinasi dan survei lokasi di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran pada 23–24 Juni 2026.
Baca Juga:Temuan BPK Kota Tasikmalaya Menurun, Tata Kelola Makin TertibUsulan 90 Formasi ASN Kota Tasikmalaya Dibayangi Masalah Anggaran, Nasib PPPK di Tangan Pemerintah Pusat
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan 32 Perguruan Tinggi Negeri anggota BKS PTN Barat dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai co-host.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSIL, Prof Iis Marwan MPd mengatakan, kepercayaan menjadi penyelenggara ISCE III merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperluas jejaring internasional.
Menurut dia, program ini bukan sekadar mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan potensi Tasikmalaya dan Pangandaran kepada dunia.
“Kepercayaan ini menjadi momentum bagi UNSIL untuk menunjukkan kapasitas perguruan tinggi dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berdampak luas sekaligus meningkatkan eksposur internasional bagi daerah,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Selama dua hari survei, peserta melakukan identifikasi terhadap potensi wilayah, kondisi sosial masyarakat, hingga peluang pengembangan program di berbagai sektor.
Mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, budaya, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi fokus pemetaan sebelum mahasiswa diterjunkan.
Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan agenda dan program kerja ISCE III. Langkah itu dilakukan agar setiap kegiatan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi agenda akademik.
Baca Juga:Trotoar Ambruk di Pasar Mambo Kota Tasikmalaya Sudah Setahun Dibiarkan MengangaRSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Kejar Kompetensi Saat Retribusi Terus Turun
ISCE III sendiri merupakan program unggulan BKS PTN Barat yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri anggota dengan mahasiswa internasional dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi global.
Melalui program tersebut, peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi lokal, edukasi, hingga program yang mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah sasaran.
Kolaborasi lintas negara itu diharapkan mampu meningkatkan kompetensi global mahasiswa sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi di tengah keberagaman budaya dan karakter masyarakat.
