RADARTASIK.ID – Tren penggunaan sepeda motor berkapasitas besar di Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya gaya hidup berkendara jarak jauh dan komunitas otomotif.
Namun, di balik popularitas tersebut, masih terdapat kesenjangan pemahaman terkait perbedaan karakter antara big bike dan motor harian yang berdampak langsung pada aspek keselamatan di jalan raya.
Banyak pengendara yang beralih ke big bike tanpa disertai penyesuaian teknik berkendara yang memadai.
Baca Juga:Sharp AQUOS sense10 Raih Penghargaan Smartphone Mid-Range Terbaik 2025 di Selular Award 2026Promo Wedding Santika 2026: Nikah Dapat Bonus Menginap 3 Hari di Bali, Ini Syaratnya
Kondisi ini menjadi perhatian karena karakteristik kendaraan besar tidak dapat diperlakukan sama dengan motor berkapasitas kecil, baik dari sisi kontrol, respons mesin, maupun kebutuhan ruang manuver.
Menurut Ludhy Kusuma dari PT Daya Adicipta Motora selaku Safety Riding Development Section Head, pengendaraan big bike menuntut tingkat keterampilan dan kesadaran yang lebih tinggi.
Ia menekankan bahwa aspek keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengoperasikan kendaraan, tetapi juga pemahaman terhadap karakter teknis motor itu sendiri.
“Setiap pengendara perlu memiliki keterampilan dan kesadaran yang lebih tinggi agar dapat berkendara dengan aman dan nyaman,” ujarnya melalui penjelasan edukatif terkait keselamatan berkendara.
Perbedaan paling mendasar terletak pada bobot kendaraan.
Motor harian umumnya berada pada kisaran 90–150 kilogram, sementara big bike dapat mencapai 190 hingga lebih dari 300 kilogram.
Perbedaan ini berdampak pada inersia kendaraan.
Big bike membutuhkan jarak pengereman lebih panjang serta teknik keseimbangan yang lebih stabil, terutama saat kecepatan rendah atau kondisi berhenti mendadak.
Kesalahan kecil dalam pengendalian dapat berakibat pada hilangnya keseimbangan.
Big bike memiliki kapasitas mesin besar dengan torsi dan tenaga yang jauh lebih tinggi dibanding motor harian.
Hal ini membuat respons akselerasi menjadi lebih cepat dan agresif.
Baca Juga:Sering Diabaikan, Lampu Kecil di Motor Ini Ternyata Menentukan Keselamatan Anda di Jalan MalamKlaim BPJS Ketenagakerjaan Kini Lebih Praktis, Antrean Online Permudah Proses Layanan
Karakter tersebut menuntut pengendara untuk mengontrol bukaan gas secara halus dan bertahap.
Pengoperasian throttle yang tidak terukur berpotensi memicu lonjakan tenaga yang sulit dikendalikan, terutama bagi pengendara yang belum terbiasa.
Penggunaan ban yang lebih lebar bertujuan meningkatkan stabilitas dan daya cengkeram.
Namun, karakter ini juga mengubah dinamika kendaraan saat bermanuver.
Perubahan arah dan proses menikung membutuhkan teknik counter steering yang lebih presisi.
