Soal Ancaman DBD, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Ikut Bergerak

rumah sakit, RSUD Pandega Pangandaran
RSUD Pandega Pangandaran
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini tidak hanya menjadi persoalan di tingkat lokal, tetapi juga tantangan kesehatan global yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, pihak manajemen RSUD Pandega Pangandaran dalam rangka memperingati Hari Demam Berdarah ASEAN, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan demam berdarah sejak dini.

“Demam berdarah bukan sekadar masalah satu negara, ini tantangan bersama. Saatnya bersatu untuk melindungi,” ungkap Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah belum lama ini.

Baca Juga:Didasari Rasa Kecewa, Sebagian Kader PAN di Kota Tasikmalaya Undur Diri6 Bulan Insentif Guru di Kota Tasikmalaya Belum Dibayar, Pengamat Soroti Sikap Pimpinannya

Titi menekankan bahwa upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan sekitar. “Masyarakat diimbau untuk rutin membersihkan lingkungan, menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta tidak ragu melaporkan gejala yang mengarah pada demam berdarah,” ucapnya

Selain pencegahan, masyarakat juga diminta untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, maupun tanda-tanda lain yang mengarah pada infeksi DBD.

Untuk mendapatkan penanganan dan konsultasi medis yang tepat, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam yang tersedia di RSUD Pandega Pangandaran.

Melalui edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya demam berdarah semakin meningkat sehingga kasus DBD dapat ditekan melalui langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama. (Deni Nurdiansah)

0 Komentar