Tim tersebut meliputi Cardinale sendiri, Bobby Gardiner yang dipromosikan menjadi kepala pencari bakat, Hendrik Almstadt, David Castelblanco, serta beberapa profesional lain dari RedBird Capital.
Model ini membuat seluruh keputusan penting klub akan terhenti pada satu lingkaran kecil.
Bahkan untuk urusan perpanjangan kontrak pemain maupun staf, keputusan akhir tetap berada di tangan Gerry Cardinale.
Baca Juga:Siapa Domenico Teti? Calon Direktur Baru AC Milan Pilihan CardinaleTrevisani Minta AC Milan Manjakan Ruben Amorim: Tak Ada Pelatih yang Sukses di Klub yang Berantakan
Perubahan besar juga terjadi di level eksekutif klub. Meski secara hukum Giorgio Furlani masih berstatus CEO hingga proses administrasi selesai pada Oktober mendatang, ia sudah tidak lagi menjalankan aktivitas operasional sehari-hari di Milan.
Perannya kini secara de facto diambil alih oleh Massimo Calvelli, anggota Dewan Direksi AC Milan.
Calvelli mengurus berbagai aspek operasional klub, mulai dari hubungan dengan agen pemain, proyek stadion baru, kontrak sponsor, hingga proses penjualan pemain.
Namun kewenangan Calvelli juga memiliki batas. Untuk transaksi yang melebihi 10 juta euro, persetujuan langsung dari Cardinale tetap diperlukan.
Milan sendiri masih akan menunjuk CEO baru dalam beberapa bulan mendatang.
Namun, berbeda dengan era sebelumnya, CEO tersebut diperkirakan hanya fokus pada aspek bisnis, komersial, dan keuangan klub tanpa campur tangan besar dalam urusan teknis sepak bola.
Sementara itu, Jovan Kirovski yang selama ini dekat dengan Zlatan Ibrahimovic dipastikan tetap bertanggung jawab atas proyek Milan Futuro. Ia tidak akan mendapatkan peran di tim utama.
Baca Juga:Tekel Brutal Messi Tak Kena Kartu Merah, Aljazair Ajukan Banding ke FIFA Ruben Amorim Mulai Bersih-bersih di AC Milan, Santiago Gimenez dan Loftus-Cheek Masuk Daftar Jual
Dengan struktur baru ini, AC Milan nampaknya sedang mengikuti model yang lebih mirip klub-klub Inggris, di mana pelatih memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan transfer dan tim pembangunan.
Jika berhasil, Amorim bisa menjadi sosok paling berkuasa di Milan sejak era kejayaan Adriano Galliani dan Silvio Berlusconi.
Namun jika gagal, seluruh sorotan dan tekanan juga akan mengarah padanya.
Kini, masa depan Rossoneri berada di tangan Ruben Amorim dan proyek ambisius Gerry Cardinale yang siap mengubah wajah AC Milan secara total.
