UEFA juga mengakui adanya faktor eksternal yang memengaruhi sejumlah klub, khususnya di Prancis.
Organisasi sepak bola Eropa itu mempertimbangkan anjloknya pendapatan hak siar domestik yang terjadi pada musim 2025/2026 dan diperkirakan masih berdampak pada musim berikutnya.
Kasus paling berat menimpa Olympique Marseille. Klub asal Prancis tersebut gagal mencapai target akhir yang ditetapkan dalam perjanjian mereka dengan UEFA.
Baca Juga:Ronaldo Jadi Beban Portugal: Nol Tembakan Tepat Sasaran, Kalah Duel Udara dan Tak Ada Dribel Sukses Inter Gigit Jari? Arsenal Siapkan Rp1 Triliun untuk Bajak Manu Kone dari AS Roma
Akibatnya, Marseille dijatuhi denda sebesar 6 juta euro atau sekitar Rp120 miliar, pembatasan pendaftaran pemain baru di daftar kompetisi UEFA musim 2026/2027, serta ancaman larangan tampil di kompetisi Eropa dalam tiga musim mendatang apabila gagal memenuhi target keuangan pada musim depan.
Marseille juga mendapat tambahan denda 4 juta euro atau sekitar Rp80 miliar karena melanggar aturan biaya skuad yang sama seperti Roma.
Milan dan Inter Lolos dari Pengawasan UEFA
Di tengah kabar buruk untuk Roma, sejumlah klub besar Eropa justru mendapatkan kabar baik.
UEFA mengonfirmasi bahwa AC Milan, Inter Milan, Paris Saint-Germain, AS Monaco, Besiktas, Royal Antwerp, dan Trabzonspor berhasil memenuhi seluruh target yang ditetapkan dalam settlement agreement mereka.
Keberhasilan tersebut membuat klub-klub tersebut resmi keluar dari rezim pengawasan khusus UEFA terkait Financial Fair Play.
Bagi Roma, situasinya berbeda. Klub milik keluarga Friedkin itu masih akan terus berada dalam pemantauan UEFA sepanjang musim 2026/2027.
Artinya, setiap langkah finansial yang dilakukan klub, termasuk aktivitas di bursa transfer, kebijakan penggajian pemain, hingga keseimbangan neraca keuangan, akan terus diawasi secara ketat.
Baca Juga:Di Marzio Yakin Amorim Akan Bawa Hjulmand dan Trincao ke AC MilanMarco Bucciantini Heran AC Milan Pilih Amorim: Ibrahimovic dan Cardinale Meremehkan Milanismo
Sanksi ini datang di saat Roma sedang bersiap membangun skuad baru untuk menghadapi musim 2026/2027 di bawah arahan Gian Piero Gasperini.
Manajemen tentu harus lebih berhati-hati dalam melakukan perekrutan pemain agar tidak kembali melanggar batasan yang ditetapkan UEFA.
Meski nilai denda Rp120 miliar tidak akan mengguncang kondisi finansial klub secara signifikan, keputusan UEFA ini menjadi sinyal bahwa Roma masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk mencapai stabilitas keuangan jangka panjang.
Kini, fokus Giallorossi bukan hanya memperkuat tim demi bersaing di Serie A dan kompetisi Eropa, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas bisnis klub tetap berada dalam koridor aturan Financial Fair Play yang semakin ketat dari tahun ke tahun.
