Wasit Piala Dunia Asal Somalia Ditolak Masuk AS, Presiden FIFA: Jangan Marah 

Gianni Infantino
Gianni Infantino Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup
0 Komentar

Ia menambahkan bahwa FIFA harus menghadapi realitas politik dan diplomatik yang ada di dunia nyata.

Karena itu, organisasi tersebut terus berupaya menjembatani berbagai kepentingan agar turnamen dapat berjalan lancar.

“Kami tidak hidup di bulan, kami hidup di planet Bumi. Ada banyak situasi berbeda yang harus dihadapi. Kami akan terus melakukan yang terbaik dan berharap segera mendapatkan kabar baik,” katanya.

Baca Juga:Gattuso Inginkan Santiago Gimenez Gabung LazioMatias Soule: Penerus Dybala yang Gagal di AS Roma

Topik lain yang turut dibahas adalah keluhan publik mengenai mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026.

Infantino membela kebijakan penetapan harga yang saat ini menjadi perdebatan di kalangan suporter.

Menurutnya, harga tiket resmi dimulai dari 60 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp972 ribu (kurs Rp16.200 per dolar AS).

Ia menilai harga tersebut masih masuk akal jika dibandingkan dengan potensi lonjakan harga di pasar sekunder.

“Pasar bekerja dengan caranya sendiri. Jika kami menjual tiket lebih murah, maka tiket itu akan berakhir di pasar sekunder dengan harga jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Infantino menekankan bahwa seluruh pendapatan dari penjualan tiket akan kembali digunakan untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia.

Ia menyebut FIFA hanya memiliki satu turnamen besar setiap empat tahun sehingga pemasukan dari ajang tersebut sangat penting untuk mendukung berbagai program pengembangan.

Baca Juga:Dana Transfer Manchester City Menipis, Arsenal Kini Favorit Dapatkan Sandro Tonali Francesco Toldo: Saya Menolak Tawaran Atletico dan Barcelona demi Inter Milan 

“Ke mana uang itu akan pergi jika dijual kembali di pasar gelap? Tentu bukan untuk sepak bola. Setiap dolar yang masuk akan kami investasikan kembali untuk pengembangan sepak bola,” tegasnya.

“Kami hanya memiliki satu kompetisi setiap empat tahun. Selama 47 bulan dari 48 bulan yang ada, kami menggunakan pendapatan tersebut untuk membantu pertumbuhan sepak bola di berbagai negara. Tidak ada organisasi lain yang melakukan hal seperti itu,” pungkasnya.

Menjelang kick-off Piala Dunia 2026, berbagai isu di luar lapangan memang masih menjadi perhatian.

Namun FIFA berharap seluruh kendala, mulai dari masalah visa hingga kritik terhadap harga tiket, dapat diselesaikan sehingga fokus kembali tertuju pada pertandingan dan kemeriahan turnamen terbesar di dunia tersebut.

0 Komentar