Inflasi Kota Tasikmalaya Tetap Terkendali, Viman Minta TPID Tancap Gas Jaga Harga 

inflasi Kota Tasikmalaya
Pertemuan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan bersama Bank Indonesia dan bjb, Kamis (11/6/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Selain itu, pemerintah akan memperkuat pemetaan distribusi hasil panen pertanian dan perikanan agar stok kebutuhan pokok tetap tersedia di pasar.

Langkah tersebut dinilai penting menghadapi potensi musim kemarau panjang yang dapat memengaruhi rantai pasok pangan.

Viman juga menyoroti kondisi pasokan ayam pedaging dan telur yang saat ini cenderung berlebih.

Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Raih Penghargaan Penggerak UMKM, Jadi Angin Segar di Tengah Tantangan EkonomiSepuluh WTP dan Seribu Keluhan!

Menurutnya, kondisi itu harus dikelola dengan baik agar harga tetap stabil dan tidak merugikan peternak maupun konsumen.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Azhar Livaldly Setyawigoena menegaskan BI terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya melalui wadah TPID.

Menurut dia, berbagai upaya dilakukan bersama pemerintah daerah, mulai dari pemantauan harga, operasi pasar, hingga penguatan kerja sama antar daerah guna memastikan pasokan pangan tetap aman.

“Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, asosiasi dan akademisi terus berkolaborasi menjaga agar harga-harga tetap terjangkau oleh masyarakat,” tuturnya.

Terkait dampak pelemahan ekonomi nasional terhadap daerah, Azhar mengakui kondisi tersebut tetap memberikan pengaruh terhadap masyarakat.

Namun, pihaknya optimistis daya beli masyarakat Tasikmalaya dan Priangan Timur masih cukup kuat.

Optimisme itu didasarkan pada capaian inflasi Kota Tasikmalaya yang terjaga di level 2,82 persen.

Baca Juga:Teka-Teki Siapa Pemegang Komando PKB Kota Tasikmalaya Selanjutnya Terjawab SudahKenaikan Harga BBM Picu Efek Domino, Kata PUI: UMKM Terjepit dan Daya Beli Rakyat Merosot

Bahkan inflasi bulanan Mei 2026 tercatat hanya 0,04 persen, menjadi salah satu yang terendah di Jawa Barat.

“Walaupun ada pelemahan ekonomi secara nasional, kami tetap optimistis daya beli masyarakat Tasikmalaya dan Priangan Timur masih terjaga dan tetap kuat,” jelasnya.

BI juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Priangan Timur hingga akhir 2026 tetap berada di jalur positif.

Dengan sinergi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, ekonomi daerah diharapkan tetap tumbuh meski harus berlayar di tengah ombak ketidakpastian global. (rezza rizaldi)

0 Komentar