Jurnalis Italia Sindir Revolusi AC Milan ala Cardinale: Punya Jadwal Pramusim Meski Tak Miliki Pelatih 

RedBird dan AC Milan
Ilustrasi RedBird dan AC Milan Kolase foto
0 Komentar

Meski berbagai pembicaraan terus berlangsung, belum ada satu pun kesepakatan resmi yang diumumkan klub.

Ironisnya, di tengah ketidakjelasan tersebut, Milan sudah mulai menyusun program pramusim. Fakta inilah yang menjadi sasaran utama sindiran Cardia.

Menurutnya, klub terlihat seolah-olah sudah memiliki semua jawaban, padahal posisi paling fundamental dalam organisasi masih kosong.

Baca Juga:Jose Mourinho Minta Real Madrid Datangkan Nico Schlotterbeck Oumar Solet dan Ivan Provedel Selangkah Lagi Gabung Inter Milan 

“Pramusim bahkan sudah direncanakan, seolah-olah persoalan pelatih sudah menjadi masa lalu,” tulisnya dengan nada sarkastis.

Cardia kemudian membandingkan situasi Milan dengan perusahaan-perusahaan besar dunia dan menilai pendekatan yang dilakukan Rossoneri sangat berbeda dengan praktik umum dalam dunia bisnis modern.

Sebagai contoh, ia menyinggung bagaimana perusahaan teknologi raksasa seperti Apple selalu mengumumkan pengganti seorang CEO secara bersamaan ketika terjadi pergantian jabatan.

Menurutnya, transparansi dan kepastian struktur merupakan bagian penting dari keberlangsungan organisasi.

Namun Milan justru terlihat bergerak ke arah yang berbeda.

Cardia bahkan melontarkan sindiran bahwa mungkin Rossoneri telah menemukan “formula baru” dalam menggabungkan sepak bola dan dunia bisnis.

Dalam formula tersebut, posisi yang dianggap paling penting justru bukan pelatih atau direktur olahraga, melainkan Chief Revenue Officer atau pejabat yang bertanggung jawab atas peningkatan pendapatan klub.

Sindiran tersebut mencerminkan keresahan yang saat ini juga dirasakan sebagian besar pendukung Milan.

Baca Juga:Pesan Perpisahan Igli Tare: AC Milan Lebih Besar Dari Siapapun Atletico Madrid Ledek Tawaran Rp3 Triliun dari Real Madrid untuk Julian Alvarez 

Dalam beberapa pekan terakhir, Curva Sud telah melancarkan berbagai aksi protes terhadap Cardinale dan Ibrahimovic.

Ratusan poster bertuliskan “Liberate il nostro Milan” atau “Bebaskan Milan Kami” dipasang di berbagai sudut Kota Milan sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap arah klub.

Bagi para suporter, persoalan terbesar bukan sekadar siapa yang akan menjadi pelatih berikutnya.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah belum adanya kepastian mengenai struktur olahraga yang akan memimpin kebangkitan Rossoneri setelah musim yang mengecewakan.

Dengan waktu yang terus berjalan menuju dimulainya musim baru, tekanan terhadap Cardinale dan jajaran manajemen semakin besar.

Para pendukung berharap keputusan penting segera diambil agar Milan tidak kembali tertinggal dari para rivalnya.

Sebab bagi klub dengan sejarah tujuh gelar Liga Champions seperti AC Milan, menjalani pramusim tanpa pelatih dan struktur olahraga yang jelas bukanlah gambaran ideal untuk memulai sebuah era baru.

0 Komentar