TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Penerimaan siswa Sekolah Maung di Kota Tasikmalaya mengalami polemik. Hal ini berkaitan dengan adanya perubahan nilai dan membuat peserta yang sebelumnya masuk dalam kuota penerimaan, menjadi tidak lolos.
Pendaftaran sekolah maung sudah berlangsung sejak 25-29 Mei 2026, nilai seleksinya sudah bisa diakses oleh para siswa. Sebagaimana dijadwalkan, hasil penerimaan akan diumumkan pada 8 Juni 2026.
Kendati demikian dalam perjalanannya muncul polemik ketika nilai siswa mendadak berkurang. Hal ini memberikan dampak psikologis karena optimisme masuk di sekolah unggulan terpatahkan secara janggal.
Baca Juga:Citra Terjaga di Dunia Maya! Media Sosial Bupati Pangandaran Minim KritikanJaraknya Puluhan Kilometer, Lansia di Pangandaran Tersesat dan Dibantu Petugas Kepolisian
Di Tasikmalaya, SMAN 1 Tasikmalaya ditunjuk sebagai Sekolah Maung. Petugas pelayanan pun banyak kedatangan siswa dan orang tuanya yang mempertanyakan kejanggalan tersebut.
Salah satunya yang dialami siswa lulusan SMPN 2 Tasikmalaya, Bunga Aprilia yang sebelumnya optimis karena sudah masuk dalam kuota. Dia mendaftar di jalur nonakademik dengan modal pengalaman sebagai Ketua OSIS dan aktif di Paskibra.
Tanggal 3 Juni 2026, perolehan nilainya di angka 377,24 dan masuk dalam 33 besar dari 77 kuota nonakademik. “Itu saya cek Rabu sore, sudah aman,” tuturnya saat datang ke SMAN 1 Tasikmalaya untuk meminta penjelasan.
Kendati demikian, keesokan harinya perolehan nilainya berubah menjadi lebih kecil, yakni 326,24. Dengan nilai tersebut, Bunga tidak masuk dalam daftar peserta yang diterima Sekolah Maung. “Jadi hanya beda satu hari, nilainya langsung anjlok,” katanya.
Dia mengaku sangat kecewa dengan adanya perubahan nilai tanpa pemberitahuan tersebut. Namun dia tetap berharap ada kebijakan atau regulasi yang bisa membuatnya tetap masuk ke Sekolah Maung. “Ya mudah-mudahan ada keajaiban,” terangnya.
Pegiat pendidikan Asep WK mengatakan persoalan ini menimpa banyak siswa dengan masalah serupa. Salah satu yang mengadu padanya yakni siswa asal Kawalu yang kebingungan dengan adanya perubahan status dan jumlah nilai yang didapat peserta. “Jadi sebelumnya dicek nilainya itu 369,80 dan masuk kuota siswa yang diterima,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (4/6/2026).
Sehari kemudian, siswa tersebut tiba-tiba keluar dari daftar peserta yang diterima di sekolah maung. Bukan karena nilainya disalip peserta lain, melainkan mendadak berkurang. “Yang tadinya 369,80, saat dicek lagi malah jadi 318,80, jadi nilainya berkurang 50 poin,” terangnya.
