Mengenai nilai peserta, petugas pelayanan SMAN 1 Tasikmalaya Elis Nurjanah mengakui sebagian peserta banyak yang datang mengeluh. Namun setelah dihitung manual, nilai terbaru sudah sesuai dengan aturan teknis. “Kalau dihitung secara manual, nilainya sudah sesuai,” ucapnya.
Disinggung soal adanya pengurangan nilai, pihaknya tidak bisa memberikan secara pasti. Pasalnya hal tersebut merupakan informasi dari sistem yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. “Kalau soal itu silakan ditanya kepada yang punya sistem (Pemprov Jabar),” tuturnya.
Persoalan ini terjadi bukan hanya di Kota Tasikmalaya, namun juga daerah-daerah lainnya. Merespons kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pun membuat pengumuman melalui kanal media sosialnya.
Baca Juga:Citra Terjaga di Dunia Maya! Media Sosial Bupati Pangandaran Minim KritikanJaraknya Puluhan Kilometer, Lansia di Pangandaran Tersesat dan Dibantu Petugas Kepolisian
Dijelaskan bahwa Seluruh skor yang tampil pada sistem masih bersifat sementara dan terus diverifikasi agar sesuai dengan dokumen pendukung serta klasifikasi prestasi yang diatur dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 27274/HK.02.03/SEKRE.
Adanya perubahan skor maupun peringkat yang terjadi merupakan bagian dari upaya memastikan setiap calon murid memperoleh hak skor yang sah, valid, dan adil sesuai regulasi.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berkomitmen menyelenggarakan proses seleksi yang bersih, jujur, transparan, serta patuh pada payung hukum Keputusan Gubernur. .(Rangga Jatnika)
