Tidak hanya itu, proposal tersebut juga mencakup kemungkinan pembelian ruang iklan di sejumlah media besar Amerika Serikat seperti CBS dan The New York Times.
Tujuannya adalah memperluas gaung protes agar tidak hanya terdengar di Italia, tetapi juga di negara asal pemilik klub.
Menurut laporan yang beredar, usulan tersebut telah dibahas dengan berbagai kelompok pendukung Milan, baik di Italia maupun di luar negeri.
Baca Juga:Donyell Malen Senjata AS Roma Datangkan Julian Brandt, Inter Tolak Tawaran Rekrut Alaba dan Harry MaguireAllegri Disarankan Gembosi AC Milan: Tukar Adrien Rabiot dengan Kevin De Bruyne
Melalui jaringan Milancommunity, inisiator proposal telah menjalin komunikasi dengan berbagai elemen basis suporter Rossoneri, termasuk AIMC, Curva Sud, Old Clan, hingga Milan Club New York.
Kontak dengan komunitas Milan di berbagai negara juga terus dilakukan untuk mengukur dukungan terhadap rencana tersebut.
Jika mendapat respons positif, bukan tidak mungkin aksi ini benar-benar terealisasi dalam waktu dekat.
Momentum yang dipilih pun dianggap tepat. Dalam beberapa hari ke depan, perhatian dunia sepak bola akan tertuju ke Amerika Utara menjelang berbagai agenda internasional besar yang menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Para pendukung Milan ingin memanfaatkan sorotan global tersebut untuk menyampaikan pesan bahwa mereka tidak puas dengan arah yang sedang ditempuh klub.
Rencana membawa protes ke Amerika Serikat merupakan kelanjutan dari berbagai aksi yang sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Pada laga kandang melawan Atalanta dan Cagliari, ribuan pendukung Rossoneri telah menunjukkan ketidakpuasan mereka melalui berbagai bentuk demonstrasi.
Baca Juga:Spalletti Minta Juventus Rekrut Brahim DiazUltras AC Milan Sebut Cardinale Penghisap Darah, Ibrahimovic Tukang Sabotase
Kekalahan dalam pertandingan-pertandingan tersebut pada akhirnya menjadi faktor utama kegagalan Milan meraih tiket Liga Champions.
Kemarahan suporter semakin memuncak setelah perubahan besar yang dilakukan Cardinale.
Banyak fans menilai keputusan-keputusan tersebut justru memperlihatkan bahwa klub sedang berada dalam kondisi kacau.
Saat ini, Gerry Cardinale bersama penasihat senior klub, Zlatan Ibrahimovic, masih berusaha membangun kembali struktur organisasi AC Milan.
Namun hingga kini, sejumlah posisi penting di level manajemen dan teknis belum terisi secara permanen.
Ketidakjelasan inilah yang membuat sebagian besar pendukung merasa khawatir terhadap masa depan Rossoneri.
