Posisi tersebut dipengaruhi kegagalan Nerazzurri melangkah jauh setelah tersingkir lebih cepat dari yang diperkirakan.
Mereka bahkan kalah dalam babak play-off Februari melawan Bodo/Glimt yang menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini.
Atalanta yang berhasil mencapai babak 16 besar justru berada tepat di belakang Inter dengan pendapatan 70,4 juta euro atau sekitar Rp1,20 triliun.
Baca Juga:Vieira: Gelar Liga Champions Buat Arsenal Arteta Lebih Besar dari Era WengerRavezzani: Cardinale Tidak Mengerti Cara Kerja Klub Besar Seperti AC Milan
Sementara itu Juventus berada di posisi ke-17 dengan 64,1 juta euro (Rp1,09 triliun), sedangkan Napoli harus puas di peringkat ke-23 dengan pendapatan 48,6 juta euro atau sekitar Rp826,2 miliar.
Data tersebut menunjukkan bahwa dominasi finansial klub-klub Italia di Eropa masih tertinggal dibandingkan tim-tim Inggris, Spanyol, Prancis, dan Jerman.
Daftar 10 Besar Pendapatan Liga Champions 2025/2026
PSG – €145,5 juta (Rp2,47 triliun)
Arsenal – €142 juta (Rp2,41 triliun)
Bayern Munchen – €127,5 juta (Rp2,17 triliun)
Liverpool – €109,5 juta (Rp1,86 triliun)
Atletico Madrid – €107,5 juta (Rp1,83 triliun)
Real Madrid – €104,5 juta (Rp1,78 triliun)
Barcelona – €101,5 juta (Rp1,73 triliun)
Manchester City – €97 juta (Rp1,65 triliun)
Chelsea – €92 juta (Rp1,56 triliun)
Tottenham Hotspur – €84 juta (Rp1,43 triliun)
Penghasilan Klub Italia
Inter Milan (13) – €71,3 juta (Rp1,21 triliun)
Atalanta (14) – €70,4 juta (Rp1,20 triliun)
Juventus (17) – €64,1 juta (Rp1,09 triliun)
Napoli (23) – €48,6 juta (Rp826,2 miliar)
Besarnya pendapatan yang diperoleh PSG menunjukkan bagaimana kesuksesan di Liga Champions kini bukan hanya soal prestise, tetapi juga menjadi faktor penting dalam kekuatan finansial klub.
Dengan pemasukan mendekati Rp2,5 triliun dari satu musim kompetisi, PSG semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dalam sepak bola Eropa.
Di sisi lain, absennya klub Italia dari 10 besar menjadi sinyal bahwa Serie A masih memiliki pekerjaan rumah besar jika ingin kembali bersaing secara konsisten dengan klub-klub elite dari Premier League, La Liga, Bundesliga, dan Ligue 1, baik di dalam lapangan maupun dalam aspek finansial.
