Inara Siap Wakili Kota Tasikmalaya ke FLS3N Jabar Lewat Karya Cergam

lomba cerita bergambar
Inara menunjukkan karya gambarnya (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tidak semua anak mampu bertahan menggambar selama berjam-jam sambil menyusun cerita yang utuh di atas kertas. Dalam lomba cerita bergambar, kemampuan menggambar saja tidak cukup. Peserta juga dituntut memiliki ketelatenan, kesabaran, serta kemampuan menerjemahkan sebuah pesan ke dalam visual.

Kemampuan itulah yang mengantarkan Inara Humaira Swabessy meraih juara 1 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) cabang cerita bergambar tingkat Kota Tasikmalaya. Siswi kelas IV SDN 1 Sukasari itu kini bersiap mewakili Kota Tasikmalaya ke tingkat provinsi.

Guru pembina Inara, Anis Purnama Sari, mengatakan bakat menggambar Inara sebenarnya sudah terlihat sejak duduk di kelas 1 SD. Saat itu Inara kerap menjuarai lomba mewarnai yang digelar di sekolah.

Baca Juga:Dua Sasana Taijiquan Resmi Berdiri di Kota TasikmalayaFoto yang Menjelaskan Semua Tentang PPP Kota Tasikmalaya!

Melihat potensinya, orang tua kemudian mulai mengembangkan kemampuan Inara dengan mengikutsertakannya ke sanggar seni dan berbagai perlombaan menggambar.

Perjalanan Inara di FLS3N pun tidak berlangsung instan. Saat duduk di kelas 2, Inara berhasil masuk 10 besar tingkat Kecamatan Tawang. Setahun kemudian, ia meraih juara harapan 2 tingkat Kecamatan Tawang, hingga akhirnya tahun ini sukses menjadi juara 1 tingkat Kota Tasikmalaya.

“Sebetulnya banyak anak yang punya bakat menggambar. Tapi yang paling penting dalam cergam itu sabar dan telaten, karena tidak semua anak bisa bertahan sampai selesai,” ujar Anis.

Menurutnya, ketelatenan menjadi salah satu kekuatan terbesar Inara selama mengikuti perlombaan. Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi membuat Inara mulai terbiasa mengatur ritme pengerjaan gambar, mulai dari membuat sketsa, outline, pewarnaan, hingga tahap akhir penyelesaian gambar.

Selain itu, pemilihan warna dalam karya Inara juga dinilai lebih menonjol dibanding peserta lain.

“Warnanya lebih hidup dan konsep gambarnya paling mendekati tema,” katanya.

Dalam perlombaan tingkat kota kemarin, peserta diminta menuangkan jawaban atas persoalan kerusakan lingkungan melalui cerita visual. Tema tersebut tidak hanya menuntut kemampuan menggambar, tetapi juga kemampuan menyampaikan pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga:Drama Muscab PPP yang Melelahkan Itu Pun BerakhirDoktor Politik!

Anis mengatakan dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Inara. Orang tua siswa kelas IV itu selalu mendampingi saat perlombaan berlangsung, sementara pihak sekolah dan sanggar seni membantu dalam pembinaan teknik dan pengembangan konsep gambar.

0 Komentar