TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Aktivitas pedagang yang memanfaatkan bahu jalan di kawasan Jalan Lingkar Utara atau Jalan Baru (JB) Kota Tasikmalaya menuai sorotan publik.
Keluhan masyarakat bahkan viral di media sosial setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok DS memperlihatkan kondisi arus lalu lintas di jalur tersebut menjadi padat akibat sebagian badan jalan dipakai pedagang untuk berjualan.
Dalam video berdurasi sekitar 40 detik itu, terlihat deretan pedagang memadati sisi jalan hingga kendaraan harus melambat saat melintas. Pengunggah video menilai kondisi tersebut mengganggu fungsi Jalan JB yang sejak awal dibangun sebagai jalur cepat untuk mengurai kemacetan di kawasan jalan Mangkubumi atau Pancasila.
Baca Juga:Dua Sasana Taijiquan Resmi Berdiri di Kota TasikmalayaFoto yang Menjelaskan Semua Tentang PPP Kota Tasikmalaya!
“Cik atuh wali kota, jalur JB teh ulah dipake jualan, ngagokan pisan (pak wali kota, jalur JB jangan dipakai jualan, mengganggu banget, red),” ucap pengunggah video tersebut sambil merekam kondisi jalan.
Ia juga menyoroti penggunaan bahu jalan yang dijadikan tempat makan dan lokasi parkir pengunjung. Kondisi itu membuat arus kendaraan tersendat terutama pada sore hingga malam hari. Sebab, pada jam tersebut, saat kawasan itu ramai dipadati masyarakat.
“Bahu jalan dijadikan tempat dahar (makan, red),” katanya.
Dalam unggahannya, pengunggah video berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Wali Kota Tasikmalaya, segera mengambil langkah penanganan agar fungsi jalan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Peperihan banjir teu bisa mengatasi, cik atuh nu kieu mah beresihan (kalaupun menangani banjir gak bisa, seenggaknya yang seperti ini bersihkan, red),” ujarnya.
Selain pemerintah daerah, keberadaan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP juga ikut disorot netizen karena dinilai belum maksimal melakukan pengawasan dan penertiban di kawasan tersebut.
“Kamarana atuh Dishub dan Satpol PP ieu, coba ditertibkan (kmana Dishub dan Satpol PP, coba tertibkan, red),” katanya lagi.
Keluhan serupa disampaikan salah seorang pengendara, Rahman (34). Ia mengaku sering melintas di jalur tersebut dan merasakan kepadatan lalu lintas akibat aktivitas pedagang yang menggunakan bahu jalan.
Baca Juga:Drama Muscab PPP yang Melelahkan Itu Pun BerakhirDoktor Politik!
“Kalau ditertibkan saya setuju, tapi jangan sampai dibubarkan total karena mereka juga mencari rezeki,” ujar Rahman.
