LSMI HMI Cabang Tasikmalaya Hidupkan Literasi di Tengah Generasi yang Makin Akrab dengan Layar Gawai

bedah buku literasi
LSMI HMI Cabang Tasikmalaya saat melakukan bedah buku literasi, Jumat malam (22/5/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah budaya membaca yang makin tergerus guliran layar dan notifikasi media sosial, Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) HMI Cabang Tasikmalaya mencoba menjaga nyala literasi agar tidak benar-benar padam.

Jumat malam (22/5/2026), LSMI menggelar bedah buku Penggalan Cerita: Kumpulan Cerita yang Menyelimuti Manusia karya M. Sukri Ruslan di Sanggar LSMI Tasikmalaya.

Kegiatan itu bukan sekadar agenda organisasi yang dipenuhi formalitas dan foto dokumentasi.

Baca Juga:BIJB Kertajati Jadi Sorotan, Wacana MRO Hercules Dinilai Bisa Jadi Celah Intervensi AsingSinergi BKMM-DMI Kota Tasikmalaya Diperkuat, Pengurus Cabang Diminta Terus Bergerak

LSMI justru menghadirkan ruang diskusi hangat yang mulai langka di tengah generasi yang kini lebih sibuk bercakap dengan layar ketimbang bertukar pikiran secara langsung.

Hadir dalam kegiatan tersebut kader HMI, perwakilan komisariat se-wilayah kerja HMI Cabang Tasikmalaya, pegiat literasi hingga masyarakat umum yang masih percaya bahwa buku dan diskusi belum sepenuhnya kalah oleh algoritma media sosial.

Malam itu, Sanggar LSMI berubah menjadi ruang pertukaran gagasan, pengalaman hidup, hingga keresahan anak muda hari ini.

Tidak hanya membedah isi buku, kegiatan juga diisi sharing kepenulisan, refleksi proses kreatif, serta pembacaan puisi dari kader HMI yang menambah suasana menjadi emosional dan penuh makna.

Tagline yang terus digaungkan LSMI Tasikmalaya pun terasa relevan dengan kondisi hari ini.

“Jangan biarkan lingkaran diskusi kita bubar dan digantikan oleh sekat-sekat layar gawai. Rawatlah lingkaran itu, karena dari sanalah sejarah akan terus hidup dan bernyawa.”

Kalimat itu seperti tamparan halus bagi realitas generasi sekarang yang makin dekat dengan telepon genggam, tetapi perlahan menjauh dari ruang dialog dan tradisi berpikir bersama.

Baca Juga:Mutasi di Mapolres Tasikmalaya Kota!Guru Dikira Naik Gaji 300 Persen, Ternyata Cuma Kebagian PHP

Direktur Eksekutif LSMI Tasikmalaya, Cepi Sultoni, menilai karya M. Sukri Ruslan memiliki kekuatan emosional yang dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.

“Buku ini sangat jujur soal perasaan hidup yang amat sulit untuk diceritakan. Kang Sukri bisa mencurahkan keresahan, kehilangan sampai harapan dalam tulisan yang terasa dekat dengan banyak orang, terutama pada bagian perjuangan,” ujar Cepi, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, karya sastra menjadi penting di tengah derasnya arus informasi instan yang sering kali membuat manusia kehilangan ruang refleksi.

0 Komentar