TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Rencana pemerintah menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat pemeliharaan pesawat militer C-130 Hercules se-Asia mulai menuai sorotan tajam.
Di balik jargon pengembangan industri pertahanan dan aviasi, muncul kekhawatiran soal potensi masuknya kepentingan militer asing ke wilayah strategis di Jawa Barat.
Aktivis pemuda sekaligus praktisi pendidikan Kota Tasikmalaya, Deden Tazdad, menjadi salah satu pihak yang lantang mengkritisi proyek Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) tersebut.
Baca Juga:Sinergi BKMM-DMI Kota Tasikmalaya Diperkuat, Pengurus Cabang Diminta Terus BergerakMutasi di Mapolres Tasikmalaya Kota!
Dia menilai pemerintah jangan sampai terlena oleh embel-embel kerja sama strategis, tetapi lupa menjaga marwah kedaulatan negara.
Menurut Deden, posisi BIJB Kertajati yang berada di jalur strategis Jawa Barat sangat rawan dimanfaatkan sebagai pintu masuk kepentingan geopolitik global, khususnya Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik.
“Kami menduga proyek ‘bengkel pesawat’ ini hanyalah pintu masuk awal. Khawatirnya, dalam jangka panjang, fasilitas ini justru bergeser fungsi dan dijadikan pangkalan militer terselubung bagi Amerika Serikat,” tegas Deden dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
Dia menilai, jika pemerintah tidak hati-hati, proyek yang awalnya dibungkus investasi dan kerja sama teknis bisa berubah menjadi ancaman serius terhadap independensi pertahanan nasional.
Deden mengingatkan, sejarah menunjukkan banyak fasilitas strategis di berbagai negara berkembang yang awalnya hanya bersifat sipil atau teknis, namun perlahan bergeser menjadi titik pengaruh militer asing.
“Jangan sampai Indonesia hanya jadi halaman parkir kepentingan negara besar. Kedaulatan bangsa jangan ditukar dengan janji investasi atau proyek prestise,” sindirnya.
Deden juga menyoroti potensi pelanggaran terhadap prinsip politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal bebas dan aktif.
Baca Juga:Guru Dikira Naik Gaji 300 Persen, Ternyata Cuma Kebagian PHPDarurat Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong di Priangan Timur, OJK: Jangan Terbuai Iming-iming Untung Instan
Menurut dia, aktivitas militer asing dalam skala besar di kawasan bandara sipil bisa memunculkan polemik baru, baik secara politik maupun keamanan nasional.
Karena itu, dia mendesak pemerintah pusat agar lebih terbuka kepada publik terkait arah dan detail kerja sama pengembangan MRO di BIJB Kertajati.
Transparansi dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menerima narasi manis pembangunan, tetapi juga memahami risiko strategis yang mungkin muncul di belakang layar.
