Cardinale Turun Gunung, Revolusi di AC Milan Mulai Terlihat

Gerry Cardinale
Gerry Cardinale Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Begitu peluit akhir berbunyi, suasana berubah drastis. Cardinale tampak puas dan memberikan tepuk tangan panjang untuk timnya.

Namun momen paling penting justru terjadi setelah pertandingan selesai.

Seluruh jajaran manajemen Milan turun menuju ruang ganti dan Cardinale kembali berbicara di depan pemain, staf pelatih, hingga ofisial klub.

Dalam pidatonya, ia mengungkapkan kepuasan atas karakter dan semangat juang yang ditunjukkan tim.

Baca Juga:Juventus Terancam Gagal ke Liga Champions, Spalletti Dinilai Lebih Buruk dari Igor TudorRayakan Scudetto, Thuram Bawa Spanduk Fans Inter Milan Balas Ejekan Ambrosini Tahun 2007 Silam

Banyak pihak menilai kemenangan di Genoa bisa menjadi titik balik proyek Milan yang selama beberapa bulan terakhir terlihat kehilangan arah.

Menurut laporan media Italia Calciomercato, Cardinale kini mulai mengambil peran lebih aktif dalam menentukan masa depan Milan.

Ia tidak lagi ingin hanya menjadi pemilik yang menyerahkan seluruh operasional kepada manajemen klub.

Selama satu bulan terakhir, Cardinale dikabarkan menggelar sejumlah pertemuan penting di London dan Milan bersama tokoh-tokoh utama Rossoneri.

Mulai dari Furlani, Allegri, hingga Zlatan Ibrahimović disebut diminta memberikan laporan lengkap mengenai kondisi tim, kekurangan proyek saat ini, hingga langkah yang dibutuhkan untuk membangun Milan yang lebih kompetitif.

Cardinale ingin mengetahui secara detail apa yang salah musim ini sebelum mengambil keputusan besar untuk masa depan klub.

Langkah Cardinale disebut sebagai sinyal kuat bahwa revolusi besar sedang dimulai di Milanello.

Baca Juga:Syarat AC Milan, AS Roma, Como, dan Juventus Lolos ke Liga ChampionsMedia Italia: Inter Milan Ragu Bawa Pulang Aleksandar Stankovic

Setelah resmi menuntaskan proses pembelian penuh AC Milan dari Elliott pada akhir Februari dengan dukungan pendanaan Comvest, Cardinale kini ingin memegang kontrol lebih besar terhadap keputusan strategis maupun olahraga klub.

Situasi ini terasa berbeda dibanding masa-masa sebelumnya ketika ia lebih banyak mendelegasikan urusan sepak bola kepada jajaran direksi.

Kini, Cardinale terlihat lebih aktif, lebih dekat dengan tim, dan lebih emosional terhadap perjalanan Milan.

Tujuannya jelas: membawa Rossoneri kembali menjadi kekuatan utama Italia dan Eropa.

Apakah ini awal kebangkitan Milan baru? Belum ada jawaban pasti. Namun tanda-tanda revolusi Cardinale mulai terlihat dengan jelas di tubuh Rossoneri.

0 Komentar