“Kami berupaya menghadirkan kesenian yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi masyarakat juga bisa terlibat langsung menjadi bagian dari kesenian itu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Gentra Loka Vol 4 Mukshy Arafah Sugandi menuturkan, pelaksanaan acara turut melibatkan para mahasiswa sebagai volunteer kepanitiaan.
Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi ruang belajar kreatif bagi generasi muda dalam memahami proses penyelenggaraan event seni dan budaya.
Baca Juga:Armada Tua dan Slow Respons, Masalah Sampah di Kota Tasikmalaya Jadi Bom WaktuKarate Tasik Open 2026, Panggung Mencari Bibit Atlet Berprestasi
“Para volunteer kami libatkan sejak pra-acara sehingga kegiatan ini bisa menjadi ruang belajar yang asyik bagi mereka,” tutur Mukshy.
Dia pun mengajak masyarakat Tasikmalaya, khususnya pecinta seni tradisional, untuk ikut serta dalam Workshop Waditra Karinding yang dibuka secara gratis.
“Tujuannya sebagai ruang adaptif untuk edukasi seni karinding dan tentunya kegiatan ini sepenuhnya gratis,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
