“Berharap ada kepedulian dari pemerintah atau orang baik, sehingga bisa membangun rumahnya kembali. Agar tidak merepotkan orang lain,” katanya.
Korban lainnya, Dede Kartini (43), juga mengalami kepanikan saat longsor terjadi. Ia mengatakan hujan deras turun sejak Senin malam dan air mulai merembes dari dapur rumahnya.
Sesaat kemudian terdengar suara gemuruh dari arah tebing. Dede bersama suami dan anaknya langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri ke rumah tetangga. “Setelah di tempat aman, rumah langsung ambruk,” kata Dede.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Dede mengaku tidak sempat menyelamatkan barang berharganya. Saat menyelamatkan diri, ia hanya membawa satu unit telepon seluler. “Barang-barang tak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya.(riz)
