Como harus finis dengan poin lebih banyak daripada Milan jika ingin menyalip mereka di papan atas.
Kondisi ini membuat Milan sebenarnya masih memegang kendali penuh atas nasib sendiri.
Jika mampu memenangkan dua laga tersisa melawan Genoa dan Cagliari, maka Rossoneri dipastikan lolos ke Liga Champions tanpa perlu melihat hasil tim lain.
Baca Juga:Curva Sud Tuding Furlani Hancurkan Tim Scudetto AC Milan: Mereka Menginjak-injak Sejarah MilanProtes Curva Sud AC Milan di San Siro: Usir Furlani dan Nyanyikan Lagu untuk Paolo Maldini
Namun tekanan terhadap Milan tetap sangat besar. Kekalahan dari Atalanta memperlihatkan performa tim yang mulai tidak stabil di fase krusial musim ini.
Selain itu, suasana ruang ganti dan hubungan dengan suporter juga sedang memanas setelah gelombang protes besar dari Curva Sud kepada manajemen klub.
Di sisi lain, Roma justru sedang berada dalam momentum positif. Tim ibu kota tampil lebih konsisten dalam beberapa pekan terakhir dan masih berharap Milan terpeleset di dua laga penentuan.
Como juga menjadi ancaman serius. Klub yang dilatih Cesc Fabregas itu terus mencuri perhatian sebagai kejutan terbesar Serie A musim ini.
Dengan hanya terpaut dua poin dari Milan dan Roma, peluang Como finis di empat besar masih terbuka lebar.
Persaingan menuju Liga Champions pun dipastikan berlangsung dramatis hingga pekan terakhir.
Satu kesalahan kecil bisa mengubah segalanya, terutama bagi Milan yang kini berada di bawah tekanan besar setelah serangkaian hasil mengecewakan.
