Ia menyebut para pemain sebenarnya tetap berusaha keras, namun tak bisa berfikir jernih di akhir musim.
“Tim ini terlihat kehabisan napas di momen paling penting musim ini,” ujarnya.
Kritik yang lebih tajam datang dari mantan penyerang Italia, Paolo Di Canio yang menilai Milan sama sekali tidak memiliki identitas permainan, antusiasme, maupun karakter kuat sebagai tim besar.
Baca Juga:Ederson Selangkah Lagi Gabung Manchester United, Charles De Ketelaere Setuju Pindah ke MunchenPetinggi AC Milan Tak Kompak Rekrut Lewandowski: Sebagian Setuju, Sebagian Menolak
“Tidak ada identitas, tidak ada semangat, tidak ada kepribadian. Tiga nol besar yang tidak membawa apa-apa,” kata Di Canio.
Ia juga menegaskan dirinya tidak tertipu oleh dua gol Milan di akhir pertandingan.
Menurutnya, tekanan bermain di depan puluhan ribu pendukung San Siro justru memperlihatkan mental sebagian pemain Milan yang dinilai belum cukup kuat untuk membawa klub keluar dari krisis.
Kini tekanan terhadap pelatih dan manajemen Milan semakin besar.
Dengan persaingan menuju Liga Champions yang semakin ketat, Rossoneri tidak punya banyak waktu untuk bangkit jika tidak ingin musim ini berakhir dengan kegagalan total.
