TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tebing dan bangunan rumah milik H Mamun di Jalan Bantar, RT 01 RW 07, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya longsor, Minggu dini hari (10/5/2026).
Material longsoran menutup aliran Sungai Ciromban dan memicu kekhawatiran warga akan banjir susulan saat hujan deras kembali mengguyur.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, tepatnya dekat Pesantren Al-Misbah. Derasnya gerusan air sungai membuat tembok dan bagian rumah ambruk sepanjang kurang lebih 10 meter.
Baca Juga:Pabrik Gantungan Baju di Tasikmalaya Terbakar, Api Lahap Bangunan dan Isi GudangRetribusi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Naik, Pedagang Kian Dicekik Sepi Pembeli
Ketua RT 01 Usep Suparman mengatakan, longsor terjadi secara tiba-tiba saat warga tengah terlelap. Material tanah dan bangunan langsung menutup aliran sungai.
“Yang longsor kurang lebih 10 meter. Kejadiannya sekitar jam 1 malam,” ujar Usep kepada Radar.
Pasca kejadian, warga bersama keluarga korban langsung melakukan gotong royong membersihkan material longsor.
Namun hingga Minggu siang, tumpukan tanah dan puing masih menutupi sebagian aliran Sungai Ciromban.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya jika hujan deras kembali turun.
Warga khawatir aliran sungai tersumbat dan memicu banjir ke permukiman sekitar.
Ancaman bencana susulan pun kini menghantui warga, di tengah cuaca yang masih sering diguyur hujan.
“Kalau tidak cepat diangkat, takutnya hujan besar bikin banjir lagi. Sungainya ketutup material,” katanya.
Usep menambahkan, pihak BPBD Kota Tasikmalaya sudah datang meninjau lokasi.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Darurat Sampah! Minim Inovasi Pengelolaan, saatnya Beralih ke Teknologi PengolahanLiga Jabar U-14 dan U-19 Jadi Panggung Bibit Muda Kota Tasikmalaya
Warga berharap penanganan tidak berhenti sebatas pendataan semata, tetapi segera ada langkah nyata sebelum longsor berubah jadi petaka yang lebih besar.
“Harapannya cepat dibereskan supaya tidak mengganggu dan tidak terjadi banjir lagi,” ucapnya.
Akibat kejadian itu, dua kepala keluarga dengan total 5 jiwa terdampak. Sebagian penghuni rumah kini bersiap mengungsi demi menghindari risiko longsor susulan.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan normalisasi sungai dan pengamanan tebing.
Sebab jika hanya menunggu cuaca reda tanpa tindakan cepat, alam bisa kembali “menagih kelalaian” lewat banjir dan longsor berikutnya. (rezza rizaldi)
