TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kompetisi Liga Jabar Istimewa PSSI Jawa Barat kelompok usia U-14 dan U-19 resmi digulirkan di Stadion Wiradaha, Minggu (10/5/2026).
Namun di balik gegap gempita sepak bola usia dini, minimnya peserta di kategori U-19 menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa terus ditendang ke luar lapangan.
Ketua PSSI Kota Tasikmalaya H Wahid mengatakan, Liga Jabar tahun ini mempertandingkan empat kategori usia, mulai U-10, U-12, U-14 hingga U-19. Untuk kelompok U-14 diikuti 12 klub, sedangkan U-19 hanya diikuti lima klub.
Baca Juga:Jalan Mangkubumi Tasikmalaya Sempat Lumpuh Akibat Pohon Tumbang, Cuaca Ekstrem Mulai MengganasPayung Geulis Tasikmalaya Siap Kembali Mendunia, Kini Ditopang Para Influencer Nasional
“Yang usia 10 dan 12 sudah selesai, sekarang tinggal regional Priangan Timur. Mudah-mudahan Kota Tasik jadi tuan rumah. Sekarang mulai U-14 dan U-19,” ujarnya kepada Radar.
Menurut dia, sedikitnya peserta di kelompok U-19 bukan tanpa sebab. Selama ini kompetisi kelompok usia remaja dinilai masih minim.
Akibatnya, banyak pemain kehilangan panggung untuk berkembang setelah melewati usia dini.
“Anak-anak itu malas latihan kalau tidak ada event. Kompetisi itu bagian dari evaluasi latihan. Kalau event minim, ya gairah juga ikut turun,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini agenda rutin lebih banyak tersedia untuk kelompok usia 13 dan 15 tahun melalui Suratin.
Sementara kelompok usia 17 tahun belum tersentuh di tingkat kota dan kabupaten karena hanya digelar di level provinsi.
Kondisi itu membuat rantai pembinaan pemain muda dinilai timpang. Saat usia emas pembentukan mental bertanding datang, justru kompetisi menghilang seperti bola kena kabut Stadion Wiradaha.
Baca Juga:Ketika Anak-Anak Diajak Bahagia Lewat Seni Lukis saat Bulan Menggambar di GCC TasikmalayaMonumen Koperasi Tasik Jangan Jadi Pajangan Sejarah, Dorongan Cagar Budaya Sudah Masuk Kementerian
Karena itu, PSSI Kota Tasikmalaya berencana menggulirkan kompetisi khusus U-17 sebagai bagian program kerja pembinaan pemain muda.
Kompetisi tersebut diproyeksikan menjadi jembatan menuju Liga Jabar U-19 musim berikutnya.
“Nanti akan ada semacam Piala Persikotas untuk usia 17 tahun. Jadi ada jenjang pembinaan yang jelas untuk persiapan U-19,” terangnya.
PSSI Kota Tasikmalaya berharap keberlangsungan kompetisi usia muda bisa menjaga atmosfer sepak bola daerah tetap hidup dan melahirkan bibit pemain potensial menuju level lebih tinggi, termasuk persiapan menuju Piala Presiden 2026. (rezza rizaldi)
