“Kompetisi tersebut diharapkan terus melahirkan talenta-talenta muda potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” ucap Agus berharap.
Sementara itu, Pelatih Futsal SMKN Bantarkalong, Julius Irvan menilai kualitas kompetisi tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Saya melihat pemerataan kualitas tim mulai terlihat sehingga pertandingan berjalan ketat dan menarik,” ucap Julius.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Ia menyebut banyak tim datang dengan persiapan matang dan kualitas pemain yang meningkat. Bahkan, sejumlah pemain dinilai memiliki kemampuan individu menonjol, baik dari sisi teknik, visi bermain, maupun mental bertanding.
Menurut Julius, munculnya juara baru menjadi indikator positif perkembangan futsal pelajar di Tasikmalaya.
Ini pun menunjukkan pembinaan di sekolah-sekolah mulai berjalan. Sangat baik untuk perkembangan futsal daerah, karena persaingan menjadi lebih sehat dan kompetitif. “Kami berharap anak-anak ini terus berlatih dan tidak berhenti sampai di sini,” bebernya.
Julius juga berharap olahraga dapat menjadi sarana membangun karakter positif sekaligus menjauhkan pelajar dari pergaulan negatif.
“Futsal bukan hanya soal menang atau kalah. Dari olahraga ini anak-anak belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas. Itu yang paling penting,” pungkasnya. (obi)
