TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Luka bakar akibat penyiraman air keras memang mulai mengering. Namun, beban biaya pengobatan yang harus ditanggung korban justru masih terasa “panas”.
Empat korban penyiraman air keras di Konveksi Qeela Sport Manonjaya harus merogoh kocek pribadi hingga total hampir Rp30 juta selama menjalani perawatan di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Keempat korban yakni Abdul Kholik, Wina Agustina, Danda, dan Rizki menjalani perawatan intensif sejak Senin (4/5/2026) hingga Jumat (8/5/2026) akibat luka bakar serius usai disiram cairan kimia berbahaya jenis nitrit acid (HNO3) oleh kurir ekspedisi berinisial D (29).
Baca Juga:643 Wisudawan Tahfizh Al Muttaqin, Generasi Qurani Mulai Menjawab Tantangan ZamanSemua Korban Air Keras di Manonjaya Tasikmalaya Dipulangkan, Trauma dan Luka Belum Sepenuhnya Sembuh
Meski kini sudah dipulangkan, perjuangan para korban belum selesai. Mereka masih wajib menjalani rawat jalan dan kontrol rutin hingga kondisi benar-benar pulih.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo, dr Hj Rr Titie Purwaningsari mengungkapkan, seluruh biaya pengobatan korban ditanggung secara mandiri karena masuk kategori pasien umum.
“Total pembiayaan keempat korban mencapai Rp30 juta dan itu dibayar masing-masing,” ujar Titie saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).
Ia merinci, biaya perawatan M Danda mencapai sekitar Rp6,1 juta, Abdul Kholik Setiawan Rp7,1 juta, Wina Agustina Rp5,9 juta, dan Rizki sekitar Rp6,6 juta.
“Total biaya yang dikeluarkan empat korban sekitar Rp30 juta,” katanya.
Di tengah pemulihan fisik, ironi lain ikut menyeruak. Korban yang menjadi sasaran aksi brutal justru harus berjibaku sendiri menanggung biaya rumah sakit. Saat luka disiram air keras, dompet korban pun ikut “terbakar”.
Kondisi dua korban yang mengalami gangguan pada mata, yakni Danda dan Rizki, kini mulai membaik setelah mendapat penanganan dokter spesialis mata. Sebelumnya keduanya sempat kesulitan membuka mata akibat paparan cairan kimia tersebut.
Baca Juga:Pupuk Kujang Perkuat Energi Baru Demi Stabilitas Produksi, Pasokan di Jabar Dijaga Tetap AmanPembakaran Sampah Perusahaan di TPS Liar Tasikmalaya, DPRD Desak Pemulihan Lingkungan
“Mata sudah membaik, mulai normal. Tapi tetap harus kontrol dan pemulihan bertahap,” jelas Titie.
Pihak rumah sakit memastikan seluruh korban masih menjalani pengobatan lanjutan melalui rawat jalan. Jika muncul keluhan tambahan, pemeriksaan lanjutan telah dijadwalkan melalui poli terkait.
Sementara itu, proses hukum terhadap pelaku terus berjalan. Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra memastikan berkas perkara segera dilimpahkan ke kejaksaan.
