Semua Korban Air Keras di Manonjaya Tasikmalaya Dipulangkan, Trauma dan Luka Belum Sepenuhnya Sembuh

korban air keras Manonjaya dipulangkan
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo, dr Hj Rr Titie Purwaningsari dan para korban penyiraman air keras saat pertama kali masuk IGD. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Empat korban penyiraman air keras di Konveksi Qeela Sport, Kecamatan Manonjaya, akhirnya dipulangkan dari RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Jumat (8/5/2026) sore, setelah lima hari menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius.

Keempat korban yakni Abdul Kholik, Wina Agustina, Danda, dan Rizki sebelumnya dirawat sejak Senin (4/5/2026) usai menjadi korban aksi brutal kurir ekspedisi berinisial D (29), warga Manonjaya, yang nekat menyiramkan cairan kimia berbahaya jenis nitrit acid (HNO3) atau air keras.

Meski sudah diperbolehkan pulang, para korban masih harus menjalani pengobatan jalan dan kontrol rutin ke rumah sakit hingga kondisi benar-benar pulih.

Baca Juga:Pupuk Kujang Perkuat Energi Baru Demi Stabilitas Produksi, Pasokan di Jabar Dijaga Tetap AmanPembakaran Sampah Perusahaan di TPS Liar Tasikmalaya, DPRD Desak Pemulihan Lingkungan

Luka fisik perlahan membaik, tetapi jejak trauma tampaknya masih sulit hilang. Air keras memang bisa mengering di kulit, tetapi dampaknya sering menetap lebih lama di ingatan.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo, dr Hj Rr Titie Purwaningsari membenarkan seluruh korban yang dirawat kini sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Betul, per hari ini untuk korban semuanya sudah pulang,” ujar Titie saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Menurut dia, kondisi para korban terus menunjukkan perkembangan positif. Khusus dua korban yang mengalami gangguan serius pada bagian mata, kini sudah mulai membaik setelah mendapatkan penanganan dokter spesialis mata.

“Membaik, kondisi mata normal, tetapi untuk aktivitas sehari-hari masih bertahap dan tetap kontrol ke rumah sakit,” katanya.

Danda dan Rizki yang sebelumnya kesulitan membuka mata akibat paparan cairan kimia, kini mulai bisa melihat kembali. Namun pemulihan tetap dilakukan secara bertahap.

RSUD dr Soekardjo juga memastikan seluruh korban masih menjalani pengobatan lanjutan melalui rawat jalan. Jika muncul keluhan tambahan, jadwal pemeriksaan lanjutan sudah disiapkan pihak rumah sakit.

Baca Juga:Razia Lapas Tasikmalaya Digencarkan, Tongkat Besi hingga Benda Tajam DisitaHari Pertama Jadi Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Sidak Moral dari Balik Jeruji Lapas

“Sejauh ini aman. Kalau ada tambahan keluhan, sudah dijadwal kontrol ke poli,” jelas Titie.

Ironisnya, seluruh biaya pengobatan korban ditanggung secara mandiri lantaran masuk kategori pasien umum dan belum mendapat bantuan pembiayaan dari pemerintah daerah.

“Semuanya sudah dibayar karena keempatnya masuk pasien umum,” ungkapnya.

0 Komentar