Gelandang asal Belanda tersebut memang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sejak bergabung dengan Juventus.
Penampilannya di Turin dianggap belum stabil dan tidak seimpresif ketika masih membela Atalanta.
Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa Koopmeiners bisa mencari tantangan baru demi menghidupkan kembali performa terbaiknya.
Baca Juga:Ambrosini Jagokan PSG di Final Liga Champions: Enrique Punya Sistem Pertahanan Agresif Seperti GasperiniNeymar Minta Maaf Gampar Anak Robinho: Saya Kehilangan Kendali
Roma menjadi opsi menarik karena di sana ada sosok Gian Piero Gasperini, pelatih yang dianggap paling memahami karakter permainan Koopmeiners.
Bersama Gasperini di Atalanta, pemain Belanda itu berkembang menjadi salah satu gelandang paling komplet di Serie A.
La Gazzetta menilai reuni Gasperini dan Koopmeiners bisa menjadi solusi ideal bagi semua pihak.
Roma mendapatkan tambahan kreativitas dan kualitas di lini tengah, sementara Juventus memperoleh bek tengah yang sangat dibutuhkan Spalletti.
Meski begitu, negosiasi ini dipastikan tidak akan mudah.
Juventus saat ini juga berhati-hati terkait kondisi finansial mereka dan tidak ingin menjual Koopmeiners terlalu cepat dengan nilai rendah karena bisa menimbulkan kerugian dalam laporan keuangan klub.
Di sisi lain, Roma juga ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan nilai maksimal dari Ndicka jika benar-benar melepas sang pemain.
Untuk saat ini, belum ada negosiasi resmi antara kedua klub. Namun hubungan antara Juventus dan Roma diperkirakan akan semakin intens dalam beberapa pekan mendatang.
Baca Juga:Pini Zahavi Diam-Diam Tawarkan Paket Alaba dan Lewandowski ke AC Milan dan JuventusPSG Favorit Juara Liga Champions: Bakal Lebih Sukses Dibandingkan City Milik Sheikh Mansour
Jika benar terjadi, barter Ndicka dan Koopmeiners bisa menjadi salah satu transfer paling menarik di Serie A musim panas ini.
Selain melibatkan dua pemain top, kesepakatan tersebut juga dapat mengubah keseimbangan persaingan papan atas Liga Italia musim depan.
