Ia menargetkan program ini mampu menekan angka pengangguran melalui skema magang kerja ke Jepang bagi lulusan SMK.
“Target saya satu SMK minimal mengirimkan 10 orang. Dengan total 136 SMK yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, diharapkan 1.360 lulusan bisa berangkat bekerja ke Jepang. Kami targetkan MoU dengan MKKS selesai dalam satu minggu kedepan agar kelas 12 SMK ini tahun ini bisa segera merealisasikannya,” tegasnya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Sopandi, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai sekolah perlu segera menyelaraskan program dinas dengan kurikulum agar implementasi berjalan efektif.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
“Tugas kami adalah mengedukasi BKK di seluruh SMK supaya selaras dan langsung menerjemahkan program ini di sekolah masing-masing. Kami mendukung sepenuhnya upaya dinas dalam mengurai pengangguran dan menciptakan SDM yang siap kerja,” kata Ahmad.
Ia juga memastikan proses kerja sama formal akan segera ditindaklanjuti. “Terkait MoU, insyaallah akan segera kami follow up dalam waktu dekat ini,” tambah Ahmad.
Dalam kegiatan tersebut, DPM-PTSP-TK, DPRD, MKKS, dan BKK SMK se-Kabupaten Tasikmalaya menyatakan komitmen bersama untuk menekan angka pengangguran melalui penguatan kompetensi lulusan dan pembukaan akses kerja, termasuk ke luar negeri. (dik)
