TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari pelatihan, pembinaan calon tenaga kerja, hingga membuka peluang investasi guna menciptakan lapangan kerja baru.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP-TK) dengan menggelar sosialisasi bidang ketenagakerjaan tentang Penguatan Kapasitas Pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK) pada satuan pendidikan menengah/tinggi di Bali Room Hotel Al-Hambra Singaparna, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan institusi pendidikan dalam memperluas akses kerja bagi lulusan SMK, termasuk peluang kerja ke luar negeri.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Sekretaris Fraksi Demokrat Restorasi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Haris Somantri SSos, yang hadir membuka acara, menyatakan dukungan terhadap inisiatif tersebut. Ia menegaskan DPRD siap memfasilitasi dari sisi regulasi dan anggaran agar lulusan SMK memiliki arah yang jelas setelah lulus.
“Banyak persoalan yang perlu didorong. Kami menghimbau para pendidik di SMK untuk mendukung kegiatan ini. Insyaallah, apa yang dibutuhkan dalam hal regulasi, DPRD siap mengawal,” ujar Haris.
Ia mengingatkan agar program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi sekolah, pemerintah, dan lulusan.
“Kita sudah tidak membutuhkan kegiatan yang sifatnya seremonial saja. Harus ada tindak lanjut nyata, termasuk keterlibatan kami dalam proses MoU nanti antara DPM-PTSP-TK dengan MKKS SMK Kabupaten Tasikmalaya bersama SMK,” tambahnya.
Kepala DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, dr H Faisal Soeparianto MSi memaparkan strategi peningkatan daya saing tenaga kerja lokal melalui program ekstrakurikuler bahasa Jepang bagi siswa kelas 12 SMK.
Program ini, kata dia, akan dijalankan melalui kerja sama BKK di masing-masing sekolah dengan lembaga pelatihan bahasa Jepang, Fukutomi.
“Kami ingin semua Bursa Kerja Khusus (BKK) memiliki izin dan memberikan outcome nyata. Saat ini, kita fokus mencari peluang investasi dan pengiriman tenaga kerja. Dengan adanya ekskul Bahasa Jepang di SMK, biaya yang ditanggung peserta bisa lebih murah,” jelas Faisal.
