RADARTASIK.ID— Rotasi pemain tak mengurangi ketajaman Persija. Tim asuhan Mauricio Souza tampil dominan, mengunci kemenangan 2-0 atas Persijap, dan mengirim sinyal kuat jelang akhir musim BRI Super League 2025/26.
Persija Jakarta terus menjaga momentum positif di fase krusial BRI Super League 2025/26.
Bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Senin malam, Macan Kemayoran menunjukkan karakter tim besar dengan menaklukkan Persijap Jepara dua gol tanpa balas pada pekan ke-31.
Baca Juga:Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Dipercepat, UMKM dan Ekonomi Kreatif Menjadi Motor UtamaPPIH Siap Sambut Gelombang Kedua Jemaah Haji 2026 di Jeddah, Layanan Lansia Jadi Prioritas
Kemenangan ini terasa spesial karena diraih melalui kombinasi rotasi skuad, kesabaran taktik, dan efektivitas di momen-momen penentu.
Persija tidak hanya pulang membawa tiga poin, tetapi juga memperlihatkan kedalaman tim yang semakin matang menjelang garis akhir kompetisi.
Sejak sepak mula, pelatih Mauricio Souza mencoba pendekatan berbeda.
Beberapa nama yang biasanya menjadi pilihan utama diistirahatkan, memberi ruang bagi wajah-wajah lain untuk tampil sejak menit awal.
Di sektor kiri, Alaaeddine Ajaraie dipercaya mengambil peran ofensif yang biasa diisi Emaxwell Souza, sementara posisi bek kiri diserahkan kepada Shayne Pattynama menggantikan Dony Tri Pamungkas.
Perubahan komposisi itu tidak mengubah identitas permainan Persija.
Tim ibu kota tetap tampil agresif, berani menekan, dan konsisten membangun serangan dari berbagai sisi lapangan.
Pada babak pertama, sejumlah peluang emas sempat lahir dari kaki Eksel Runtukahu dan sundulan Allano Lima.
Namun, rapatnya pertahanan lawan serta kurang tajamnya penyelesaian akhir membuat Persija harus menunggu lebih lama untuk memecah kebuntuan.
Baca Juga:Terjawab, Kenapa Veda Ega Pratama Dijuluki Travis Pastrana Moto3, Latihan Ekstrem Jadi Senjata Rahasia di Le MLawan Persija, 11 Pemain Inti Persib Ini Jadi Andalan Bojan Hodak untuk Berjaya di Markas Macan Kemayoran
Selepas turun minum, intensitas serangan Persija justru meningkat. Tekanan demi tekanan terus diarahkan ke jantung pertahanan Persijap, memaksa tuan rumah bermain lebih dalam dan kehilangan ruang untuk mengembangkan permainan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-64 lewat aksi Rayhan Hannan.
Memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti, gelandang muda itu melepaskan sepakan keras kaki kanan yang meluncur deras ke gawang lawan.
Gol tersebut menjadi titik balik yang membuat permainan Persija semakin percaya diri.
Ketika laga memasuki masa injury time, Gustavo Almeida menutup malam dengan sentuhan kelas.
Lewat aksi individu yang memikat, ia menembus kawalan bek lawan sebelum menuntaskan peluang menjadi gol pada menit 90+8.
