RADARTASIK.ID— Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencuri perhatian di paddock Honda Team Asia berkat metode latihan motocross ekstrem yang membentuk refleks, keberanian, dan insting balap tajam jelang Moto3 Prancis 2026.
Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan menjelang seri kelima MotoGP Prancis 2026 kelas Moto3 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, pada 10 Mei mendatang.
Bukan semata karena performanya di lintasan, melainkan karena pendekatan latihan yang tak lazim dan membuatnya mendapat julukan unik di lingkungan paddock Honda Team Asia: Travis Pastrana Moto3.
Baca Juga:Lawan Persija, 11 Pemain Inti Persib Ini Jadi Andalan Bojan Hodak untuk Berjaya di Markas Macan KemayoranIHSG Menguat ke Level 7.022, Empat Saham Rekomendasi Analis Hari Ini Layak Dicermati
Julukan itu bukan muncul tanpa alasan. Pengamat balap sekaligus komentator MotoGP, Matteo Guerinoni, mengungkapkan bahwa banyak orang di paddock melihat karakter balap Veda mengingatkan pada Travis Pastrana—ikon motorsport ekstrem yang dikenal berani mengambil risiko, agresif, dan tampil seolah menunggangi motor tanpa rasa takut.
“Kalau orang Moto X pasti tahu. Travis Pastrana itu terkenal dengan aksi-aksi nekatnya, seperti berkendara tanpa rasa takut, baik di motocross maupun rally, seolah tidak ada hari esok,” ujar Matteo di di Podcast MSGP YouTube dikutip dari disway.id.
Menurut Matteo, aura nekat namun terukur yang dimiliki pembalap muda asal Gunungkidul itu membuat rekan-rekan sesama rider hingga kru paddock menyematkan julukan tersebut.
Bukan hanya karena gaya membalapnya, tetapi juga karena metode latihannya yang berbeda dari mayoritas rider Moto3.
Saat banyak pembalap memilih program latihan konvensional seperti simulasi balap, latihan fisik di gym, atau sesi teknis di lintasan aspal, Veda justru mengambil jalur yang jauh lebih keras.
Bersama rekan setim di Honda Team Asia, ia rutin mengasah kemampuan lewat motocross—latihan yang penuh lompatan, medan tak stabil, dan risiko tinggi.
Lintasan tanah menjadi laboratorium balapnya. Di sana, Veda membentuk refleks spontan, mengasah kontrol motor saat melayang di udara, melatih keberanian menghadapi situasi berbahaya, sekaligus membangun ketenangan ketika kondisi berubah dalam hitungan detik.
Baca Juga:Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Strategi Presiden Prabowo Jaga Produksi Pangan di Tengah Krisis GlobalLokasi Nobar Persib vs PSIM Digelar di Bandung, Solusi Seru untuk Bobotoh yang Kehabisan Tiket
Unggahan resmi Honda Team Asia bahkan memperlihatkan bagaimana Veda melompat presisi dari satu gundukan ke gundukan lain dengan kontrol luar biasa.
