TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Rencana perbaikan Saluran Irigasi Ciramajaya di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat sorotan tajam dari masyarakat.
Program yang digadang-gadang akan menghidupkan kembali sektor pertanian itu diminta tidak sekadar menjadi janji atau bahkan “hoaks” tanpa realisasi di lapangan.
Seperti diketahui, irigasi yang seharusnya menjadi penopang utama kebutuhan air bagi ribuan hektare lahan pertanian tersebut dilaporkan tidak berfungsi selama lebih dari satu dekade.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Akibatnya, produktivitas pertanian menurun drastis dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.
Tokoh masyarakat Tanjungjaya, Oos Basor, menegaskan bahwa hingga kini manfaat dari irigasi tersebut belum benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ia menyebut kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa solusi konkret.
“Kurang lebih sudah 17 tahun masyarakat kesulitan menggarap lahan secara maksimal karena tidak ada pasokan air. Banyak sawah yang akhirnya terbengkalai dan tidak ditanami,” ujar Oos kepada Radar, Senin 4 Mei 2026.
Menurutnya, sebagian petani masih bertahan dengan mengandalkan air hujan, namun hasil panen jauh dari optimal.
Sementara itu, sebagian besar lahan lainnya dibiarkan kosong karena tidak memungkinkan untuk digarap tanpa dukungan irigasi yang memadai.
Oos menilai, kondisi tersebut tidak hanya memukul ekonomi petani, tetapi juga mengancam ketahanan pangan di wilayah Tanjungjaya dan sekitarnya. Ia juga menyoroti pengelolaan anggaran yang dinilai belum memberikan dampak signifikan.
“Pada 2023 ada alokasi anggaran sekitar Rp5,5 miliar, bahkan sempat ditambah Rp 2 miliar hingga total Rp7 miliar. Tapi realisasinya belum terlihat jelas. Ini yang membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah,” katanya.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dampak kerusakan irigasi tidak hanya dirasakan di satu wilayah, tetapi juga merembet ke dua desa di Kecamatan Sukaraja yang turut terdampak kekeringan lahan.
Masyarakat, kata Oos, telah berulang kali menyuarakan aspirasi, bahkan melalui aksi demonstrasi. Namun hingga kini, perbaikan menyeluruh belum juga terealisasi.
“Jangan sampai rencana perbaikan ini hanya jadi angan-angan atau hoaks. Harus benar-benar direalisasikan. Petani butuh bukti, bukan janji,” tegasnya.
Dengan kondisi yang terus berlarut, masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan konkret melalui normalisasi serta perbaikan total jaringan irigasi. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan dampak kerusakan akan semakin meluas, tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan daerah. (ujg)
