TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ratusan warga dari lima kampung di Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, mendatangi kantor desa setempat pada Senin (4/5/2026). Mereka menuntut Kepala Desa Linggawangi, Budi Rahman, mundur dari jabatannya.
Koordinator aksi, Dede Hadi, mengatakan tuntutan tersebut dipicu dugaan perbuatan menyimpang yang dilakukan kepala desa.
“Demonstrasi ini merupakan puncak akumulasi kekecewaan dan kemarahan warga terhadap kepemimpinan kepala desa,” ujarnya.
Baca Juga:Diduga Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Enam Orang Masuk RSUD dr Sokardjo TasikmalayaAnggaran dengan Menu Misterius!
Menurutnya, warga menilai kepala desa melakukan sejumlah pelanggaran, terutama terkait etika sebagai pejabat publik. Sikap dan kebijakan yang diambil dinilai tidak mencerminkan keteladanan. Warga bahkan menyatakan tidak ingin dipimpin oleh sosok yang dianggap tidak memiliki etika.
Dede menjelaskan, kepala desa diduga mengambil barang milik salah seorang perangkat desa, yang disebut-sebut terekam kamera pengawas (CCTV). Dugaan itu telah disampaikan kepada tim pengusung kepala desa dan ditindaklanjuti melalui petisi kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Ia menambahkan, kepala desa dinilai tidak kooperatif sehingga memicu kekecewaan warga. Padahal sebelumnya, pihaknya mengaku telah melakukan tabayun dengan sejumlah tokoh setempat untuk mengonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan sebelum aksi digelar.
Salah satu perangkat desa dilaporkan kehilangan uang ratusan ribu rupiah. Namun, menurut Dede, persoalan ini bukan soal besar kecilnya nominal, melainkan etika seorang kepala desa.
“Setelah aksi berlangsung, sejumlah perwakilan massa dipersilakan untuk mengikuti audiensi di aula kantor desa,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, warga kembali mendesak kepala desa untuk mengundurkan diri, tetapi yang bersangkutan tetap mempertahankan jabatannya. Warga menyatakan akan membawa persoalan ini ke jalur hukum dengan dugaan pencurian.
Dede menyebut, kasus dengan bukti rekaman CCTV seperti ini baru pertama kali mencuat ke publik. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa serupa diduga bukan yang pertama. Peristiwa yang terekam CCTV itu disebut terjadi sekitar tanggal 20 Ramadan.
Baca Juga:Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker BaruGandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas Ekonomi
Sementara itu, Ketua BPD setempat, Sihabudin, mengatakan pihaknya hanya menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
“Jika warga menghendaki pemberhentian kepala desa, maka BPD akan menyampaikan usulan tersebut kepada Bupati Tasikmalaya melalui pihak kecamatan,” katanya.
