Dorong Hubungan Industrial Harmonis, DPM-PTSP-TK Tasikmalaya Gelar Sosialisasi Ketenagakerjaan

hubungan industrial Tasikmalaya
Peserta dan panitia sosialisasi bidang ketenagakerjaan berfoto bersama disela acara (Diki Setiawan/radartasik.id)
0 Komentar

Ia mengakui secara angka kondisi ketenagakerjaan terlihat cukup baik, dengan jumlah angkatan kerja lebih dari 1 juta orang dan tingkat pengangguran sekitar 3,7 persen. Namun, menurutnya, realitas di lapangan masih menunjukkan berbagai persoalan.

“Tetapi saya ingin mengajak kita semua untuk tidak terlena dengan angka. Karena di lapangan, kita masih melihat pekerja yang belum mendapatkan kepastian kerja yang layak,” terang Usman.

Ia menyoroti masih adanya upah yang belum adil, komunikasi yang tersumbat antara pekerja dan pengusaha, hingga potensi konflik yang diselesaikan dengan ketegangan, bukan dialog.

Baca Juga:Anggaran dengan Menu Misterius!Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker Baru

“Saya ingin menegaskan satu hal hubungan industrial yang buruk adalah ancaman serius bagi masa depan daerah. Jika pekerja tidak sejahtera, produktivitas akan turun,” kata Usman.

Ia menambahkan, jika pengusaha tidak merasa aman maka investasi akan pergi, dan jika pemerintah tidak tegas maka ketidakadilan akan berkembang.

“Kita tidak boleh lagi berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Sudah saatnya kita melakukan perubahan nyata,” jelas dia.

Usman mendorong dunia usaha tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menghargai martabat pekerja. Ia juga meminta pekerja meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan kompetensi, serta menekankan pentingnya peran pemerintah yang tegas dalam menegakkan aturan.

“Hubungan industrial yang harmonis tidak lahir dari kenyamanan semu, tetapi dari keberanian menyelesaikan masalah,” jelas dia.

Ia mengajak seluruh pihak meninggalkan pola lama yang saling curiga dan menyalahkan, serta beralih ke pola kolaborasi, keterbukaan, dan keberanian berubah.

“Mari kita akhiri pola lama pola saling curiga, saling menyalahkan, dan saling menjauh. Kita bangun pola baru kolaborasi, keterbukaan, dan keberanian untuk berubah,” tambah Usman.

Baca Juga:Gandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas EkonomiRatusan Kepala Madrasah Ikuti Pembinaan di MAN 1 Tasikmalaya

Menurutnya, Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar, namun membutuhkan keberanian untuk bergerak menuju perubahan.

“Dan hari ini, kita harus memilih bertahan dalam kondisi biasa-biasa saja, atau bergerak menuju perubahan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam menjaga ekosistem kolaboratif antara pengusaha dan pekerja, sekaligus menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif.

0 Komentar