Aksi May Day di Banjar, Buruh Tuntut Upah Layak, Hapus Kerja 12 Jam hingga Perlindungan dari PHK

may day di banjar
Sejumlah massa buruh menggelar aksi damai di halaman Pendopo Kota Banjar, Jumat (1/5/2026). (Anto Sugiarto / radartasik.id)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) digelar aliansi buruh Kota Banjar di halaman Pendopo Kota Banjar, Jumat (1/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah melalui koordinator lapangan (korlap) dan perwakilan buruh.

Korlap aksi, Endang, mengatakan para buruh menuntut beberapa hal yang dinilai penting untuk diperjuangkan. Tuntutan tersebut di antaranya menolak upah murah di bawah UMK Kota Banjar, menghapus sistem kerja dengan upah borongan hasil, serta meminta pemenuhan hak buruh sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Selain itu, hapus jam kerja 12 jam. Dan tingkatkan kinerja Disnaker Kota Banjar serta lindungi buruh migran kota Banjar,” ucapnya.

Baca Juga:Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker BaruGandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas Ekonomi

Selain itu, massa juga meminta penghapusan pajak atas THR, JHT, dan pensiun, serta peningkatan perlindungan buruh dari ancaman PHK massal. Mereka turut mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) perampasan aset bagi pelaku korupsi segera disahkan.

Aliansi buruh juga mendorong pemerintah segera mengesahkan peraturan daerah (Perda) tentang perlindungan pekerja.

“Regulasi tersebut sangat penting, sebagai bentuk perlindungan terhadap kaum buruh sehingga terlindungi,” ujarnya.

Perwakilan buruh lainnya, Tony, menyoroti kebijakan Wali Kota Banjar yang dinilai terlalu fokus mencari investor dari luar daerah.

“Sementara pengusaha lokal Banjar sendiri, jarang diajak duduk bersama untuk memajukan daerahnya. Kami menuntut walikota lebih memberdayakan potensi lokal,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjar H Sudarsono menyatakan akan menampung aspirasi para buruh dengan membuka ruang dialog bersama.

“Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada tentunya harus duduk bersama, apa yang menjadi keinginan dari rekan-rekan buruh,” terangnya.

Baca Juga:Ratusan Kepala Madrasah Ikuti Pembinaan di MAN 1 TasikmalayaTanggung Jawab Moral di Balik Lahirnya Seorang Pemimpin!

Ia menambahkan, pemerintah daerah saat ini tengah fokus menarik investor guna membuka lapangan pekerjaan yang layak sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya kaum buruh. Upaya tersebut, menurutnya, membutuhkan peran semua pihak agar Kota Banjar dapat berkembang dan bersaing dengan daerah lain. (Anto Sugiarto)

0 Komentar