Modal Politik Besar, Respons Publik Minim: Kinerja Viman Disentil Pengamat

kinerja Viman Alfarizi disorot pengamat Tasikmalaya
Pengamat Kebijakan Politik Anggaran, Nandang Suherman. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Harapan publik terhadap kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, mulai diuji.

Sorotan datang dari pengamat kebijakan politik anggaran, Nandang Suherman, yang menilai besarnya modal politik belum diikuti respons memadai terhadap aspirasi warga.

Menurut Nandang, sejak awal publik menaruh ekspektasi tinggi.

Viman dinilai memiliki tiga keunggulan: usia muda yang merepresentasikan energi baru, latar belakang finansial mapan, serta dukungan politik kuat dari pusat hingga daerah.

Baca Juga:Uji Coba CFD ASN Kota Tasikmalaya Menuju Rabu Biru Terus Digelorakan, Wali Kota Kasih ContohBNN Kota Tasikmalaya Gandeng Pramuka, Deteksi Dini Narkoba Diperkuat

“Dengan kombinasi itu, seharusnya mampu mendorong perbaikan signifikan, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” ujarnya kepada Radar, Rabu (29/4/2026).

Namun, realitas di lapangan dinilai tak seindah narasi awal.

Respons terhadap kritik publik, baik di media sosial maupun aksi langsung, disebut masih minim.

Bahkan, aspirasi yang disampaikan terbuka kerap berujung pada polemik tanpa tindak lanjut jelas.

“Warga sudah menyuarakan, tapi responsnya belum terasa. Padahal aktivitas turun ke lapangan kerap diklaim rutin,” sindirnya, memberi nada satir pada gaya komunikasi yang dinilai lebih ramai di simbol ketimbang substansi.

Nandang juga menyoroti pola komunikasi yang dianggap repetitif dan kurang menyentuh kelompok kritis.

Ia menilai kemampuan retorika dan diplomasi belum tampak optimal dalam menjawab kritik.

Di sisi lain, tekanan fiskal nasional yang berdampak ke daerah seharusnya diimbangi langkah progresif pemerintah kota.

Baca Juga:Keluhan Layanan RS Swasta Mencuat, DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Dugaan Calo dan Respons LambatAncaman Penutupan Prodi Kependidikan, kata Ketua PGM: Kebijakan yang Tergesa

Namun, menurutnya, upaya meningkatkan kapasitas anggaran, menarik bantuan pusat, hingga menggenjot PAD belum terlihat signifikan.

“Kesan yang muncul justru terlalu bermain aman,” katanya.

Sindiran pun dilontarkan secara terbuka. Ia mempertanyakan arah kepemimpinan yang dinilai belum tegas dalam mendorong perubahan.

Kritik ini menjadi pengingat bahwa kewenangan besar menuntut keberanian mengambil langkah strategis.

Lebih dari setahun menjabat, Nandang menilai belum ada gebrakan yang benar-benar membedakan dengan kepemimpinan sebelumnya.

Jika kondisi ini berlanjut, ekspektasi publik berpotensi terus menurun.

“Jangan salahkan publik jika harapan diturunkan. Narasi kampanye belum terjawab dalam kebijakan nyata,” tegasnya.

Ia mendorong pembenahan internal birokrasi dengan prinsip right man on the right job, optimalisasi kinerja ASN, serta pemanfaatan kekuatan politik untuk meningkatkan pendapatan daerah.

0 Komentar