TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Distribusi air bersih Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya terganggu akibat kebocoran pipa utama di dua lokasi berbeda. Dampaknya, aliran air ke sejumlah wilayah pelayanan terhenti sementara, baik sebagian maupun seluruhnya.
Direktur Perumda Tirta Sukapura, Bekti Alamsyah, menjelaskan kebocoran pertama terjadi pada pipa utama berdiameter 400 mm di Jalan Raya Timur Singaparna.
“Kebocoran ini memiliki dampak yang lebih luas, karena memengaruhi sejumlah wilayah pelayanan di beberapa cabang,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga:Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang UlamaTingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pelatihan
Perbaikan di lokasi tersebut telah dimulai sejak Senin, 27 April 2026, pukul 17.30 WIB, dengan estimasi pengerjaan selama satu hari. Namun, normalisasi distribusi air diperkirakan memerlukan waktu lebih lama, sekitar tujuh hari hingga kembali stabil.
Kata dia, wilayah terdampak meliputi sebagian pelanggan di Cabang Tasik Barat, Tasik Timur, Kawalu, Cibeureum, dan Manonjaya. Gangguan tidak hanya berupa penurunan tekanan, tetapi juga penghentian aliran di sejumlah titik.
Bekti menegaskan seluruh tim teknis telah diterjunkan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Koordinasi dengan pihak terkait juga dilakukan guna memastikan proses perbaikan berjalan lancar.
“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin. Ini menjadi prioritas kami karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Selain di Singaparna, kebocoran juga terjadi pada pipa PVC berdiameter 160 mm di Kampung Cirando, Kecamatan Cisayong. Akibatnya, aliran air ke seluruh pelanggan Cabang Cisayong dihentikan sementara selama proses perbaikan.
Pekerjaan di lokasi tersebut dijadwalkan dimulai pada Selasa, 28 April 2026 pukul 08.30 WIB dengan estimasi pengerjaan satu hari. Sementara itu, pemulihan distribusi diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga hari setelah perbaikan selesai.
Langkah penghentian aliran dilakukan untuk memastikan proses perbaikan berjalan optimal dan aman.
Baca Juga:Serap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan DesaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh Waktu
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar distribusi air bisa kembali normal dalam waktu yang telah ditentukan,” katanya.
Perumda Tirta Sukapura mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum penghentian aliran. Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak selama masa gangguan.
Perusahaan turut membuka layanan komunikasi bagi pelanggan yang membutuhkan informasi perkembangan perbaikan.
