Ia menyebut keterbatasan SDM, belum kuatnya kebijakan keamanan siber di daerah, hingga minimnya infrastruktur sebagai persoalan utama.
“Firewall saja kami tidak punya, padahal itu sangat penting untuk menahan serangan,” ungkapnya kepada wartawan blak-blakan.
Padahal, lanjut dia, data masyarakat yang tersimpan di sistem pemerintah adalah aset vital yang tak boleh bocor.
Baca Juga:Jam Kerja ASN Kota Tasikmalaya akan Berubah, Masuk 07.30 Mulai Digodok PerwalkotnyaLahan Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Tinggal 3 Titik yang Masih Dikaji
Tanpa perlindungan memadai, ancaman serangan siber bukan lagi soal kemungkinan, melainkan tinggal menunggu waktu. (rezza rizaldi)
