Sayangnya, semuanya kandas di tangan dingin Lucas Frigeri.
Penjaga gawang asal Brasil itu tampil sebagai pembeda.
Refleks cepat, penempatan posisi yang presisi, dan keberanian dalam duel-duel krusial membuat gawang Arema tetap steril sepanjang laga.
Di saat Persib terus menggempur, Frigeri menjelma tembok kokoh yang sulit diruntuhkan.
Hodak pun tak menutup rasa frustrasinya.
Ia menilai timnya sudah menciptakan cukup banyak peluang dan melepaskan puluhan percobaan ke arah gawang, namun kegagalan menyelesaikan peluang menjadi persoalan utama.
Baca Juga:Lucas Frigeri Bersinar, Selamatkan Arema FC dari Gempuran Persib Bandung di Stadion GBLAPersija Gagal Pepet Persib Bandung di Klasemen, Pulang dengan Rasa Hambar dari Gianyar karena Ditahan PSIM
Menurutnya, ketika kesempatan emas datang, Persib seharusnya mampu mengubahnya menjadi gol.
Pelatih asal Kroasia itu juga memberi penghormatan kepada Arema yang dinilainya sangat disiplin dalam bertahan, bahkan kerap menempatkan sembilan hingga sepuluh pemain untuk menutup ruang gerak Persib.
Strategi itu memang tidak atraktif, tetapi terbukti efektif meredam agresivitas Maung Bandung.
Kini, hasil imbang tersebut membuat langkah Persib dalam perburuan gelar tak lagi nyaman.
Posisi di puncak klasemen memang masih aman untuk sementara, tetapi tekanan mulai datang dari para pesaing, terutama Borneo FC Samarinda yang terus menjaga jarak.
Situasi itu membuat Persib tak punya banyak waktu untuk meratapi hasil.
Bojan Hodak menegaskan fokus tim kini harus sepenuhnya diarahkan ke pertandingan berikutnya.
Baca Juga:Arema FC Siap Menantang Kokohnya Persib di GBLA, Arkhan Fikri: Kami Datang Bukan Sekadar TandangAksi Heroik Kiper PSIM Ini Gagalkan Kemenangan Persija Jakarta, Macan Kemayoran Dipaksa Bawa 1 Poin Saja
Sebab, di fase krusial seperti sekarang, setiap poin memiliki arti besar, dan satu kelengahan bisa mengubah arah perburuan juara.
