Bahaya Pakai Cotton Bud untuk Membersihkan Telinga! Ini Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran

Rumah sakit RSUD Pandega
RSUD Pandega Pangandaran
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–Kebiasaan membersihkan telinga menggunakan cotton bud masih sering dilakukan masyarakat. Cara tersebut justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan pada telinga.

RSUD Pandega Pangandaran melalui edukasi terbarunya mengingatkan masyarakat untuk tidak memasukkan benda asing kedalam saluran telinga, termasuk cotton bud atau alat korek kuping.

Dalam keterangannya, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa penggunaan cotton bud tidak benar-benar membersihkan telinga, melainkan berpotensi mendorong kotoran masuk lebih dalam hingga mendekati gendang telinga.

Baca Juga:Lokasi Menentukan KonsekuensiCerita ASN Membiayai Musda!

“Bukannya bersih, kotoran malah bisa terdorong makin ke dalam dan menumpuk,” tulis RSUD Pandega Pangandaran dalam unggahan di Instagram.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan serumen yang mengeras dan memicu berbagai gangguan, mulai dari iritasi hingga penurunan fungsi pendengaran.

Gesekan kasar atau dorongan yang terlalu dalam dapat melukai dinding saluran telinga, bisa menyebabkan pendarahan, Luka akibat iritasi dapat menjadi pintu masuk bakteri, menyebabkan peradangan atau otitis eksterna, lalu terjadilah infeksi.

Dorongan kotoran yang menutupi gendang telinga atau risiko pecahnya gendang telinga dapat mengganggu fungsi pendengaran secara permanen.

Selain itu, penggunaan cotton bud juga berisiko menimbulkan luka pada dinding telinga yang dapat menyebabkan pendarahan dan infeksi.

Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi pada telinga dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sebagai langkah pencegahan, RSUD Pandega Pangandaran menyarankan masyarakat untuk membersihkan telinga dengan cara yang lebih aman, yakni hanya pada bagian luar telinga.

Baca Juga:Muscab PPP Terancam Gagal!Sundawani Kota Tasikmalaya Optimis Kesenian Sunda Lebih Lestari di Era Gen Z dan Alpha

Pembersihan dapat dilakukan menggunakan kain lembut yang dibasahi air hangat dan sedikit sabun antiseptik, kemudian dikeringkan dengan baik.

Melalui edukasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam merawat kesehatan telinga dan tidak melakukan tindakan yang berisiko tanpa pengetahuan yang tepat. (Deni Nurdiansah)

0 Komentar