Ia juga mengungkapkan kerinduannya terhadap atmosfer kota Milan dan stadion San Siro—yang menurutnya memiliki nuansa berbeda dibanding tempat lain.
“Saya merindukan Milan, San Siro, dan terutama cinta serta semangat para fans. Saya berharap bisa segera kembali, setidaknya untuk menonton pertandingan dan bertemu orang-orang yang berarti bagi saya,” kata Giroud.
Di akhir wawancara, Giroud juga menyinggung situasi Rafael Leao yang tengah mendapat sorotan.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Chivu Ajari Fabregas Pentingnya Kemenangan bagi Klub, Pemain, Kota dan PemilikLuciano Moggi: Skuad AC Milan Lebih Kuat dari Juventus
Ia memuji performa Adrien Rabiot yang memberikan dukungan kepada rekan setimnya tersebut.
Menurut Giroud, kehadiran Rabiot di Milan merupakan tambahan penting bagi tim, baik dari sisi kualitas maupun kepemimpinan.
“Saya sangat senang ketika melihat Adrien bergabung dengan Milan. Dia adalah pemain top dan pemimpin alami. Leao butuh dukungan, dan saya yakin Adrien, juga Mike Maignan serta Luka Modric, akan selalu ada untuknya,” jelas Giroud.
Ia bahkan menyampaikan pesan emosional kepada Leao: “Rafa, jika kamu mendengar ini, saya ingin bilang bahwa saya mencintaimu.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski telah meninggalkan Milan, Giroud tetap menjadi bagian dari keluarga besar Rossoneri—baik di dalam maupun di luar lapangan.
