TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP-TK) resmi menutup Pelatihan Daerah (Pelatda) dan wawancara orang tua dalam program IM Japan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026).
Sebanyak 36 peserta asal Kabupaten Tasikmalaya dinyatakan lolos seleksi Pelatda dan selanjutnya diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) di Bekasi. Mereka akan bergabung dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
Sekretaris DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, H Omay Rusmana, menyampaikan bahwa tahapan Pelatda telah selesai dan peserta yang lolos siap melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Sebanyak 36 orang peserta Pelatda program IM Japan dinyatakan lolos seleksi Pelatda dan selanjutnya dilepas untuk mengikuti pelatnas. InsyaAllah kami akan memberangkatkan 36 orang ini yang disaksikan dan didampingi orang tuanya,” terang Omay.
Ia juga mengapresiasi peran orang tua yang mendampingi peserta selama proses seleksi hingga siap berangkat ke Jepang.
“Kami berpesan kepada 36 orang peserta magang kerja ke Jepang ini untuk menjaga nama baik Kabupaten Tasikmalaya, maka bekerja dengan baik. Jika nanti anak-anak ini ada yang kurang baik dalam bekerja di Jepang, maka Kabupaten Tasikmalaya yang akan tercoreng,” tambah dia.
Ketua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ERAI Indonesia, Ahmad Miftah Arifin, menjelaskan bahwa selain pelepasan peserta, pihaknya juga melakukan wawancara terhadap orang tua sebagai bagian dari proses seleksi.
Menurut Ahmad, para peserta telah menjalani pelatihan intensif di daerah selama dua bulan sebelum dinyatakan lolos ke pelatnas yang juga akan berlangsung selama dua bulan di Bekasi.
Selama Pelatda, peserta dibekali berbagai kemampuan dasar, mulai dari fisik, bahasa Jepang, sikap (attitude), mental, hingga etos kerja.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim
“Sebenarnya untuk skil nantinya peserta yang lolos magang kerja ke Jepang akan dibina oleh perusahaan tempat mereka bekerja di Jepang. Jadi selama magang sambil dilatih skillnya,” tambah dia.
Ia juga mengungkapkan, jumlah awal peserta program IM Japan mencapai 152 orang. Dari jumlah tersebut, 39 orang lolos seleksi Pelatda. Namun, satu orang mengundurkan diri dan dua lainnya tidak lolos evaluasi tahap kedua.
