Meski demikian, Coppa Italia menjadi peluang emas untuk bangkit. Fabregas disebut tengah menyiapkan pendekatan taktis berbeda demi meredam kekuatan Inter.
Salah satu strategi yang kemungkinan besar diterapkan adalah penggunaan formasi tiga bek.
Skema ini diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, sekaligus meredam agresivitas lini depan Inter.
Baca Juga:Simone Eterno Minta Klub Italia Belajar dari Real Sociedad: Percaya Pemain AkademiPresiden Barcelona Larang Lewandowski Pergi ke Juventus Atau AC Milan
Di sektor sayap, Assane Diao diproyeksikan mengisi sisi kanan, memberikan kecepatan dan daya jelajah.
Sementara di lini depan, Anastasios Douvikas akan menjadi ujung tombak serangan.
Dukungan kreatif akan datang dari dua gelandang serang berbakat, Nico Paz dan Martin Baturina, yang diharapkan mampu menjadi pembeda dalam menciptakan peluang.
Pertemuan ini diprediksi berlangsung sengit. Inter jelas lebih diunggulkan dari segi kualitas dan pengalaman, namun Como memiliki motivasi besar untuk menciptakan kejutan.
Dengan tiket final sebagai taruhan, serta peluang meraih trofi domestik yang prestisius, kedua tim dipastikan akan tampil habis-habisan.
Bagi Inter, ini adalah kesempatan menambah gelar. Sementara bagi Como, ini adalah momen pembuktian sekaligus ajang balas dendam yang tak boleh disia-siakan.
